Tutorial Arduino / Genuino 101 – Membuat Program Genuino Pertama


header image genuino 101


Artikel ini adalah rangkaian dari “Tutorial Arduino / Genuino 101”:
> Mengenal Lebih Dekat Genuino 101
> Menginstal Arduino IDE
> Membuat Program Genuino Pertama
> Menyalakan Buzzer Pada EMS Basic I/O Shield
> Menampilkan Angka Pada 7-Segment
> Memanfaatkan Infrared Detector pada EMS Basic I/O Shield
> Mengontrol Lampu LED Melalui Bluetooth


Setelah memahami artikel sebelumnya mengenai pembahasan singkat Intel Genuino 101 dan bagaimana cara instalasi Arduino IDE, sekarang pada tulisan kali ini kita akan mencoba membuat program sederhana yaitu agar dapat menyalakan lampu LED yang terdapat pada board Genuino 101.

Sebelum membuat program pada Arduino IDE, ada beberapa hal penting dalam struktur dasar atau fungsi yang penting pada pemrograman Arduino. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam pemrograman Arduino yang akan kita pelajari adalah C++.

Untuk memulai membuat sketch, terdapat dua fungsi yang sangat penting yaitu void setup() dan void loop()

Intel Genuino 101

Kedua fungsi tersebut harus ditulis ketika kita ingin membuat program pada Arduino, meskipun di dalam fungsi tersebut tidak terdapat kode program untuk dieksekusi. Jika kedua fungsi tersebut tidak ditulis, maka akan terjadi eror ketika dilakukan proses compile.

Fungsi void setup() berisikan kode program yang sifatnya mengkonfigurasi, misalnya lampu LED dapat menyala, buzzer dapat berbunyi, dan lain-lain. Untuk fungsi void loop(), ini merupakan program utama pada pemrograman Arduino.

Kode program yang ditulis pada fungsi void loop() ini merupakan alur logikanya seperti menyalakan lampu dan mematikannya kembali dalam jarak waktu 1 detik atau menyalakan lampu sekaligus membunyikan buzzer dan lainnya sesuai program yang dibuat.

Arduino IDE telah dilengkapi dengan beberapa fungsi bawaan yang siap digunakan contohnya adalah pinMode(), digitalRead(), digitalWrite(), analogRead(), analogWrite(), dan lain-lain. Selain dari fungsi bawaan, kita juga dapat membuat fungsi-fungsi sendiri. Namun, pada contoh ini kita akan menggunakan fungsi bawaan yang sinyalnya digital.

Untuk membuat contoh program menyalakan lampu LED, persiapkan kabel USB tipe A-B berserta Intel Genuino 101. Kemudian colokkan Intel Genuino 1010  ke komputer yang sudah terinstal Arduino IDE. Buka Arduino IDE dan cek board berserta port yang di pakai sesuai pada artikel sebelumnya.

Di bawah ini merupakan gambar kabel USB tipe A-B dan Intel Genuino 101.

Intel Genuino 101

Setelah membuka Arduino IDE, buat file baru dengan cara memilih menu File -> New. Setelah itu ketik kode program seperti di bawah ini.

void setup() {
  // initialize digital pin 13 as an output.
  pinMode(13, OUTPUT);
}

// the loop function runs over and over again forever
void loop() {
  digitalWrite(13, HIGH);   // turn the LED on (HIGH is the voltage level)
  delay(1000);              // wait for a second
  digitalWrite(13, LOW);    // turn the LED off by making the voltage LOW
  delay(1000);              // wait for a second
}

Jika sudah selesai menulis kode programnya, tekan tombol upload untuk memasukkan kode program ke dalam Intel Genuino 101. Jika sudah sukses, tunggu sekitar lima detik maka lampu kecil berwarna hijau akan berkedip seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Intel Genuino 101


Karena pengaksesan hanya bisa dilakukan melalui pin, maka kode ditulis seperti di atas. Fungsi pada kodingannya bersifat digital, lampu hanya akan menghasilkan status menyala dan mati.

Jika kita lihat, pada sketch di atas menggunakan dua buah fungsi diantanya adalah:

  • pinMode (pin, mode), untuk menentukan fungsi sebuah pin apakah sebagai OUTPUT, INPUT, atau INPUT_PULLUP
  • digitalWrite(pin, value), untuk menuliskan nilai logika pada sebuah pin yaitu HIGH (menyala) dan LOW (mati)
  • Selain itu ada pula digitalRead(pin) untuk melakukan pembacaan nilai logika sebuah pin di mana nilai yang didapatkan dari fungsi ini HIGH atau LOW

Pada sketch di atas, ditulis bahwa pin nomor 13 (lampu) mempunyai mode OUTPUT dan pin 13 ini akan menyala kemudian mati setelah 1000 milidetik. Kemudian, akan menyala lagi setelah 1000 milidetik sehingga lampu ini akan terlihat berkedip. Kita juga dapat mengubah delay waktu sesuai keinginan jika ingin memperlambat atau mempercepat proses menyala dan matinya lampu.

Selanjutnya: Menyalakan Buzzer Pada EMS Basic I/O Shield

* Artikel ini adalah rangkaian dari “Tutorial Arduino / Genuino 101