Adam Ardisasmita – Bercita-cita Membuat Karakter Game yang Dikenang Dunia

Adam Ardisasmita, seorang pengusaha muda yang lahir di Montpellier Perancis pada 22 agustus 1989 lalu ini adalah pendiri studio game Arsanesia yang sudah terkenal di industri game Indonesia.

Adam sebelumnya menekuni pendidikan S1 Informatika ITB dan telah meraih banyak penghargaan mulai dari menang kompetisi pemrograman hingga menjadi Nokia Developer Champion selama dua tahun berturut-turut.

Awal Mula Berkenalan Dunia TI

Adam Ardisasmita lahir di Perancis ketika ayahnya sedang mengambil gelar doktor di bidang TI. Dengan latar belakang ayahnya di bidang TI inilah yang mengantarkan Adam menjadi akrab dengan berbagai teknologi informasi terbaru mulai dari kecil.

Ayah Adam selalu update dalam hal dunia teknologi dimana Adam selalu dibelikan barang teknologi yang selangkah lebih maju. Ketika orang pada umumnya masih menggunakan disket, Adam telah dibelikan ayahnya CD maupun USB Flash disk yang selangkah lebih maju.

Semenjak saat itulah Adam menjadi terbiasa dalam mengikuti perkembangan teknologi terbaru hingga saat ini. Prestasi Adam di bidang teknologi informasi mulai terlihat ketika berhasil mendapatkan medali perak pada ajang Programming Competition dalam Pesta Sains IPB 2007. Pada saat itu Adam mewakili MAN Insan Cendekia Serpong.

Membuat Game Pertama

Sebelum menjadi pengembang game di Indonesia, awalnya Adam hanya senang bermain game. Ketertarikannya terhadap game sendiri dimulai sejak masih duduk di bangku SD yang terlihat dari berbagai jenis konsol game yang dimiliki Adam.

Seiring berjalannya waktu, Adam memutuskan untuk memulai kuliah S1 di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Bisa dibilang saat masa kuliah inilah awal mula Adam menciptakan game pertamanya.

Game yang pertama kali dibuat Adam adalah Gamelan Player pada tahun 2010. Game tersebut adalah game simulator alat musik tradisional Gamelan asal Sunda yang dikemas dalam bentuk digital untuk ponsel pintar.

Menariknya Gamelan Player ini pun mendapat beberapa puluh ribu unduhan di seluruh dunia melalui Ovi Store. Game ini pun mengantarkan Adam mendapatkan beasiswa dari program yang diselenggarakan Nokia pada tahun 2011.

Berkat Gamelan Player ini juga membuat Adam berkesempatan diundang Nokia ke Ajang CommunicAsia 2011 sebagai perwakilan ITB dan Indonesia. CommunicAsia 2011 ini adalah acara besar tahunan yang menghadirkan vendor-vendor besar industri telekomunikasi di kawasan asia pasifik. Kesempatan inilah yang membuat Adam menjadi bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi pengembang game hingga saat ini.

Selain itu, Adam pernah juga memenangkan beberapa penghargaan seperti juara Nokia Tap That App pada tahun 2011, STEI ITB Students Innovation Award pada tahun 2011, hingga Nokia Developer Champion periode 2011-2012 dan 2012-2013.

Mendirikan Arsanesia

Pada tanggal 2 April 2011 Adam bersama 4 orang temannya mendirikan Arsanesia. Namun dengan dinamika yang ada di dalam dunia startup, kini membuat Arsanesia dijalankan oleh Adam Ardisasmita, Chairul Ichsan, Aziez Nugroho, dan Randi Pramadya. Game pertama yang mereka buat adalah Temple Rush: Prambanan.

Bisa dibilang game Temple Rush: Prambanan ini mengambil tema kebudayaan Indonesia yang mengisahkan tentang Bandung Bondowoso yang harus memenuhi syarat Roro Jonggrang untuk membuat sebuah 1000 candi dalam semalam. Dalam hal ini Arsanesia ingin mengangkat karakter lokal dari Indonesia yang beranekaragam sehingga cerita tidak hanya milik asing melulu.

Selanjutnya Arsanesia telah mengerjakan game dalam bentuk produk dan layanan hingga saat ini. Total game yang Arsanesia kembangkan sudah 16 judul game di berbagai platform. Dari semua judul game tersebut, Arsanesia memiliki produk game yang paling berkesan yaitu Roly Poly Pengiun. Hal ini terjadi karena pertama kalinya Arsanesia sebagai startup memfokuskan seluruh tim untuk pengembangan produk.

 

Game Roly Poly Pengiun & Pippo

Ketika Adam bersama rekan di Arsanesia akan membuat game Roly Poly Penguin, mereka mendesain game tersebut sebagai media untuk mempopulerkan karakter Pippo. Hal ini disebabkan oleh mimpi besar Arsanesia yang ingin membawa konten lokal dengan media yang modern dan disukai banyak orang.

Game Arsanesia terdahulu biasanya fokus mengangkat konten-konten yang sudah ada seperti Candi Prambanan, Leak dari Bali, dan lain-lain. Namun untuk Roly Poly Penguin berbeda, mereka ingin coba melahirkan karakter asli buatan Arsanesia sendiri dan akan mereka angkat menjadi sebuah merek yang harapannya bisa sepopuler merek terkenal dari luar negeri seperti Doraemon, Mickey Mouse, dan lain-lain.

Untuk itu, Pippo telah dirancang dalam grand design Arsanesia sebagai karakter yang mendunia. Menurut Adam mungkin Roly Poly Penguin belum sempurna, namun pelajaran dan pengalaman yang Arsanesia dapatkan selama mengembangkan dan proses perawatan game tersebut sangatlah berharga.

Roly Poly Penguin sendiri telah diunduh 60000 kali dari berbagai platform. Menariknya Pippo yang sejatinya adalah karakter utama dalam Roly Poly Penguin telah dijadikan stiker di Line seharga Rp 9.900. Dalam hanya waktu tiga hari, stiker Pippo telah diunduh ribuan kali.

Hingga saat ini Arsanesia masih sibuk menyiapkan update terbaru untuk Roly Poly Penguin. Selain itu, mereka mempersiapkan game untuk dapat dijalankan pada platform iOS juga. Tak ketinggalan mereka juga sedang menyiapkan tokoh baru untuk menemani Pippo di game barunya nanti. Selain casual game, Arsanesia juga sedang mengembangkan game yang lebih dalam dengan konsep yang berbeda dibandingkan game Roly Poly penguin.

Cara Arsanesia Mendapatkan Keuntungan dari Aplikasi

Untuk mendapatkan keuntungan dari aplikasi, Arsanesia memiliki 3 metode utama yang terdiri dari klien, iklan, dan freemium. Untuk metode dengan klien, Arsanesia memiliki divisi layanan yang fokus mengerjakan game untuk klien yang biasanya advergame.

Untuk metode freemium sendiri Arsanesia membuat produk yang dapat diunduh secara gratis dan nantinya dalam game tersebut pemainnya dapat menambahkan kemampuan dengan membeli barang secara In-App Purchase. Bisa dibilang cara ini cukup efektif diterapkan pada game. Salah satu game Arsanesia yang menggunakan metode freemium adalah Roly Poly Penguin dimana pemainnya dapat membeli barang menarik.

 

Harapan Untuk Mempopulerkan Karakter Game Indonesia di Mata Dunia

Adam menuturkan bahwa pengalaman yang paling berkesan adalah ketika kita bisa membuat karya, sebuah game, yang dimainkan oleh banyak orang, dan bisa menghibur orang yang memainkannya. Tidak ada perasaan yang lebih menyenangkan bagi pengembang game selain mendengar review dan feedback dari mereka yang memainkan game kita.

Adam pun memiliki harapan agar Arsanesia bisa menjadi Walt Disney berikutnya asal Indonesia yang melahirkan karakter-karakter mendunia dengan sentuhan konten lokal asli Indonesia. Tentu saja jalan untuk menuju harapan itu masih panjang sehingga dirinya bersama Arsanesia akan terus mencoba mengejarnya selangkah demi selangkah, dimulai dari area yang paling kami kuasai yakni dunia game.

Untuk industri game sendiri, Adam berharap rekan-rekan yang saat ini sama-sama sedang berjuang di industri ini untuk bisa saling berbagi dan berkolaborasi agar dapat berkembang secara bersama.Nantinya pada saat orang mendengar kata Indonesia, kita buat mereka langsung teringat dengan gamegame berkualitas asal Indonesia yang telah menginspirasi dan menyentuh hati mereka.

Share
Published by
Adhitya Wibawa Putra

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019