Categories: Opini

Analisa Pasar Website di Indonesia

Sebelum membaca artikel ini, lihat terlebih dahulu statistik pasar website di Indonesia dengan  mengklik link berikut: statistik-rating-web-di-indonesia

Analisa didapatkan dengan menggunakan data top 50 website yang paling sering diakses oleh masyarakat Indonesia.

Website yang memiliki konten entertainment memiliki rating yang tinggi di Indonesia. Tentunya hasil ini dengan mengenyampingkan google dan juga yahoo sebagai penyedia layanana e-mail dan juga search engine yang sudah mendunia.

Website seperti yahoo.com dapat berkembang dikarenakan produknya yang berupa email service yang menjadi pelopor email service. Sebenarnya masih banyak email service lainya, tetapi karena yahoo merupakan pelopor maka sulit mengubah mind set orang indonesia. Selain itu alamat email seseorang sama halnya dengan nomor handphone. Seseorang akan sulit mengganti alamat email mereka karena berpikiran relasi mereka akan kesulitan untuk mengirimkan email jika alamat email berubah – ubah. Jadi bisa dikatakan website yang menjadi pelopor teknologi yang dipakai orang banyak untuk berkomunikasi secara personal akan sangat sulit digeser keberadaanya.

Kemudian untuk google sendiri, di Indonesia sama juga halnya dengan di dunia sanagat mengandalkan search engine yang minimalis tetapi memiliki kemampuna yang mumpuni ini. Kesederhanaan layout dari google dan juga pemakaiannya yang sangat mudah, menjadikan google menjadi search engine yang paling digandrungi oleh banyak orang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan untuk membuat website perlu diperhatikan layout yang ada dan juga kemudahan dalam penggunaanya sehingga pengguna merasa nyamana dalam menjalanakan website tersebut.

Website yang bersifat social comunitty juga sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Bisa kita lihat dari fenomena friendster. Dalam hal ini developer atau owner dari friendster hanya memiliki andil yang kecil dalam pengisian konten yang ada. Konten sebenarnya dikembangkan sendiri oleh pengguna dari friendster. Web seperti ini digolongkan menjadi web 2.0 yang merupakan website yang isinya tidak hanya berasala dari owner atau developer saja, tetapi lebih banyak data yang ada di buat dan dinikmati juga oleh pengguna web tersebut. Untuk website sejenis sudah memiliki komunitas pasar sendiri sendiri misalnya myspace dengan komunitas musiknya friendster dengan komunitas pertemananya, dan juga lainya. Jadi jika kita ingin membuat web2.0 yang berbasis social network maka kita juga harus pandai-pandai menciptakan fitur yang unik dan juga pasar yang akan dituju.

Kemudian juga website untuk blogging menjadi pilihan masyarakat Indonesia saat mengakses internet. Situs blog banyak dikunjungi karena isinya yang beragam dan juga konten yang disajikan pun tidak monoton karena berasal dari banyak pengguna. Disini juga membuktikan bahwa dominasi web berbasis web2.0 sangatlah tinggi di Indonesia. Masyarakat membutuhkan tidak hanya informasi tetapi juga interaksi dan juga partisipasi dalam memberikan informasi secara global. Sehingga dapat disimpulakan bahwa saat ini web 2.0 sangatlah penting untuk diterapkan karena dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan juga pengguna dari sebuah website.

Kemudian untuk website yang bersifat communication board sangat digemari seperti contohnya adalah kaskus, yang merupakan community board atau forum yang terbesar di Indonesia dan perlu diingat ini juga merupakan hasil karya anak bangsa sendiri. Forum digemari karena tiap – tiap pengguna dapat bertukar informasi yang unik dan juga dapat melakukan bisinis jual beli dan juga melakukan promosi di dalam forum tersebut. Pengkategorian room-room yang ada dalam suatu forum juga mempengaruhi.

Kemudian untuk situs news yang juga banyak dikunjungi oleh masyarakat di Indonesia. Detik.com menjadi website yang memiliki konsep yang cukup mapan berbeda dengan web sejenisnya yang didirikan oleh kompas.com dan juga okezone yang dibangun oleh rcti, detik merupakan situs berita/news yang tidak memiliki produk terlebih dahulu serta publikasi yang dilakukan juga sebatas pada media website saja. Kompas bila kita telusuri kembali memiliki koran terlebih dahulu baru memiliki website, sehingga dengan mudah website kompas.com dikunjungi oleh banyak oramg. Begitu halnya dengan okezone yang merupkan koloni dari rcti. Dalam hal ini detik.com memiliki konsep website news yang terupdate secara terus menerus dan dengan selang waktu yang singkat sehingga walaupun berita yang disuguhkan belum tentu valid tetapi kebutuhan masyarakat indonesia akan berita yang update sangatlah besar maka dari itu detik dapat mengunguli situs-situs berita lainya yang notabene telah memiliki produk yang sudah terkenal.

Kemudian kita pasti bertanya kemana website yang berkonten dewasa? Situs-situs dewasa sudah banyak yang di blokir oleh pemerintah, tetapi sayangnya masih ada cara lain bagi situs-situs dewasa tersebut untuk muncul yaitu melalui blog ataupun juga forum-forum yang ada. Karena dengan begitu konten yang melanggar tersebut tidak dapat terdeteksi. Hal ini juga menyebabkan naiknya rating situs blog dan juga forum-forum yang ada.

Jika kita lihat perkembangan penggunaan website di indonesai yang lebih condong ke arah entertainment dan juga social network atau juga forum sangat memerlukan media penyimpanan karena biasanya sesama pengguna akan saling bertukar file multimedia , software atapun dokumen lainya. Maka dari itu dapat kita lihat rating dari website yang menyediakan space untuk upload file dari pengguna yang kemudian dapat di sharing kepada user yang lain untuk di download. Banyak web file hosting yang ada di indonesia saat ini berasal dari luar negri atau servernya berada di luar negri, tetapi akhir – akhir ini mulai bermunculan file hosting yang berasal dari indonesia atau memiliki server di indonesai sehingga download dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Jika kita lihat dari rangkaian web-web diatas tentunya banyak sekali website yang memiliki kategori yang sama dengan contoh diatas. Tetapi biarpun sama pasti mereka mempunyai fitur ungulan masing-masing dan juga memiliki kebijakan masing-masing. Sekarang tinggal pengguna itu sendiri yang menentukan mereka lebih cocok dengan website yang mana.

Kesimpulan yang dapat kami tarik adalah pengguna di Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang cukup baik sebagai penyedia konten tetapi sayangnya tidak didukung dengan infrastruktur yang ada, seperti kecepatan akses internet. Sebagai contoh dalam website youtube masyarakat kita mayoritas hanya berperan sebagai viewer saja, karena untuk melakukan upload ke server youtube di Indonesia kecepatanya masih dibawah standar. Sehingga masyarakat Indonesia malas untuk mengisi konten yang ada pada youtube. Begitu juga dengan website file hosting, masyarakat Indonesia lebih memilih untuk melakukan upload di server lokal. Dan juga masyarakat indonesia terbukti aktif dalam mengisi konten website yang berasal dari Indonesia ataupun servernya berada di indonesia.

Website di indonesia masih sebatas untuk entertainment saja belum bisa mendukung pendidikan dan juga IPTEK. Selain itu web2.0 sangat berkembang di Indonesia, konten sudah bukan lagi menjadi milik owner dari website tersebut tetapi sudah menjadi milik bersama.

Website yang informatif hanya ada segelintir saja yang lainya bersifat menghibur dan juga bersifat social network.

Share
Published by
Putra Setia Utama

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019