Categories: Berita

Aplikasi Mobile yang Dapat Membantu Tuna Netra Menggunakan Perangkat Layar Sentuh

Perlu diingat bahwa smartphone adalah perangkat yang bisa digunakan oleh semua orang, tanpa terkecuali untuk orang yang memiliki kekurangan fisik seperti para tuna netra. Seperti yang kita tahu smartphone saat ini sebagian besar memakai touchscreen / layar sentuh untuk kontrol dan media inputannya. Akan menyulitkan bagi seorang tuna netra jika tidak bisa meraba tekstur dan hanya diwakili oleh suara saja seperti fitur “Siri” yang dimiliki iPhone. Baru-baru ini Georgia Tech College of Computing memiliki ide untuk membantu para tuna netra untuk bisa mengetik di iPhone dengan mudah.

Mereka mencoba merelisasikan sebuah ide sederhana di mana mereka membuat aplikasi yang memungkinkan tuna netra menulis huruf braille dengan menggunakan layar sentuh di iPhone. Prototype aplikasi ini diklaim dapat mengetik 32 kata per menit dengan tingkat akurasi rata-rata 92 persen.

Cara kerjanya sangatlah sederhana. Hal pertama yang bisa dilakukan para tuna netra adalah menghadapkan layar iPhone mereka ke sisi luar / searah dengan posisi hadap pengguna dalam posisi landscape. Nantinya akan ada 6 bulatan yang muncul (3 di kiri dan 3 di kanan). Nah bagi para tuna netra, mereka bisa menggunakan ke 6 titik yang tersusun di pinggir layar untuk mengetikan huruf braille tradisional dengan cara menyentuhkan jari mereka ke area bulatan tersebut. Kemudian aplikasi ini juga akan menyuarakan huruf apa yang berhasil di tekan oleh si pengguna. Aplikasi ini juga mendukung fitur auto-rotate, sehingga pengguna yang tuna netra tidak perlu khawatir mereka salah posisi saat memegang iPhone.

Untuk lebih jelasnya ini adalah video demo dari aplikasi yang masih dalam tahap prototipe ini.

Saya pribadi berpendapat bahwa aplikasi seperti ini adalah aplikasi yang sangat dibutuhkan tetapi jarang dipikirkan. Jujur saya sendiri tidak pernah terpikirkan mengenai aplikasi yang bisa membantu masyarakat sekitar yang mungkin memiliki kekurangan dalam hal fisik dan tentunya akan kesulitan juga dalam menggunakan smartphone. Dan saya menjadi yakin ternyata para pengembang aplikasi mobile pun bisa berkarya dan sekaligus membantu sesama lewat aplikasi mobile yang dibuat.

Share
Published by
Putra Setia Utama

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019