Praktis Dan Cepat, Aplikasi Taksi dan Ridesharing Meledak di Pasar Dunia

Praktis Dan Cepat, Aplikasi Taksi dan Ridesharing Meledak di Pasar Dunia

Aplikasi Taksi dan Ridesharing[sumber gambar : shutterstock]

Sebagian pembaca pastinya telah menengal yang namanya Uber. Namun bagi yang belum mengetahuinya, Uber sendiri merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk memesan sebuah taksi melalui ponsel pintarnya.Tidak hanya di Indonesia, aplikasi semacam ini sangat terkenal di dunia.

Seperti yang disebutkan dalam App Annie 2015 Retrospective bahwa pada tahun 2015 ini aplikasi Ridesharing dan Taksi seperti Uber, Lyft, Ola Cabs, GrabTaxi dan Didi Dache terus meningkat secara terus menerus. Perubahan ini mengindikasikan bahwa kekuatan aplikasi semacam ini dapat mengubah gaya hidup penggunanya. Yang semula seseorang harus memesan taksi dengan telpon atau mendatangi pangkalan, namun sekarang dengan satu sentuhan di ponsel pintarnya dapat langsung memesan taksi tersebut.

Aplikasi Ridesharing dan Taksi ini paling dominan pertumbuhannya di negara yang sedang berkembang. Di Brazil, China, dan Meksiko yang menjadi basis dari iPhone serta India yang menjadi pengguna terbanyak Android, lebih dari 20% pengguna ponsel pintar aktif menggunakan setidaknya salah satu aplikasi Ridesharing atau Taksi. Sedangkan di negara maju seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan, hanya kurang dari 10% pengguna aplikasi Ridesharing dan Taxi.
Screenshot (5)

[sumber: App Annie 2015 Retrospective]

Di dalam Laporan tersebut juga disampaikan bahwa pasar dari perusahaan-perusahaan tersebut telah terfragmentasi secara geografis. Dijelaskan juga bahwa Pemegang pasar global dalam lini ini adalah Uber. Uber memiliki titik lebih banyak yang diantaranya di Amerika Serikat, Australia, dan sebagian Inggris.

Screenshot (6)

[sumber: App Annie 2015 Retrospective]

Pada Bulan Desember tahun 2015 lalu, dibuatlah sebuah perjanjian ‚ÄúRoaming Agreement‚ÄĚ yang disepakati oleh Lyft, Ola, GrabTaxi and Didi Kuaidi untuk menekan pertumbuhan dari Uber. Perjanjian tersebut berisi tentang roaming yang boleh dilakukan oleh perusahaan yang menandatanganinya. Misalnya seorang pengguna dari Amerika Serikat yang berada di India, pengguna tersebut dapat memesan Ola Driver menggunakan Lyft App.

Dalam App Annie 2015 Retrospective disebutkan bahwa perjanjian ini akan menjadi penanda 2016 sebagai tahun konsolidasi besar yang menjadi prediksi dalam laporan Top App Prediction of 2016.

[sumber: App Annie 2015 Retrospective]