App Annie Report : Indonesia, Negara Berkembang yang Memiliki Pengunduh Mobile Game Android Terbanyak di Asia Tenggara

App Annie Report : Indonesia, Negara Berkembang yang Memiliki Pengunduh Mobile Game Android Terbanyak di Asia Tenggara

emerging southeast asia game

Beberapa hari lalu App Annie merilis laporan hasil analisis yang berjudul “Emerging Southeast Asia : Mobile Gamingā€™s New Frontier”. Laporan ini membuktikan bahwa game yang berbasis mobile telah berkembang di negara kawasan Asia Tenggara.

Menurut App Annie Intelligence menyatakan bahwa game berkontribusi sekitar 80 % terhadap pendapatan dan 40 % terhadap jumlah pengunduh secara global pada iOS dan Google Play yang dikombinasikan pada bulan Desember 2014.

Menurut App Annie, negara di kawasan Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang tinggi di Google Play dan iOS dengan peningkatan 40% dalam jumlah pengunduh dan 75% pendapatan dari bulan Desember 2013 hingga Desember 2014 dalam hal mobile game. Meningkatnya penetrasi ponsel pintar dan jaringan telekomunikasi di kawasan Asia Tenggara mendorong kemajuan pasar mobileĀ game.

download graphic

Dari grafik App Annie yang membandingkan 5 negara berkembang di kawasan Asia Tenggara dengan negara Korea Selatan memperlihatkan terjadinya pertumbuhan volume pengunduh mobile game pada bulan Desember 2014. Berdasarkan “Indexed Downloads”, terlihat bahwa Indonesia menjadi yang tertinggi berkontribrusi terhadap Google Play berdasarkan banyaknya pengunduh game yang bisa mendekati 90% dari jumlah pengunduh Korea Selatan.

Selanjutnya diikuti oleh negara Thailand diurutan kedua dan Vietnam di urutan terakhir yang berkontribusi di Google Play. Namun dengan gabungan jumlah pengunduh dari 5 negara berkembang kawasan Asia Tenggara ini dapat mengalahkan Korea Selatan sebanyak tiga kali lipat di pasar mobile game Android.

revenue graphic

Ketika melihat grafik App Annie yang membandingkan jumlah pendapatan yang dihasilkan dari mobile game di Google Play terlihat bahwa 5 negara kawasan Asia Tenggara ini masih cukup jauh dibandingkan Korea Selatan. Ini terlihat dari “Indexed Revenue” gabungan dari 5 negara kawasan Asia Tenggara ini hanya mampu mendekati 25 % dari yang dimiliki oleh Korea Selatan.

Terlihat bahwa pasar mobile game di negara-negara kawasan Asia Tenggara sangat berpotensi besar sehingga menjadi peluang bagi pengembang untuk berkompetisi masuk dalam mendapatkan keuntungan yang besar dari mobile game yang dikembangkannya.