Categories: BeritaPanduan

App Studio – Membuat Aplikasi Windows Phone dengan Mudah tanpa Melakukan Pemrograman

Pada hari kamis, 12 Desember 2013 di Kantor Nokia Indonesia, Menara Mulia, Jakarta, Nokia Indonesia menyelenggarakan Windows Phone App Studio Workshop yang bekerjasama dengan idWinPhone. Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pelatihan cara menggunakan App Studio dalam membuat aplikasi Windows Phone.

App Studio sendiri merupakan sebuah perangkat terbaru yang dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan aplikasi berbasis Windows Phone dengan mudah tanpa perlu menguasai bahasa pemrograman. Hal ini dikarenakan aplikasi yang dibuat akan dibantu oleh App Studio untuk bisa langsung di-generate menjadi aplikasi yang siap untuk diterbitkan di Windows Phone Store.

Dalam workshop ini saya berkesempatan untuk membuat aplikasi Windows Phone menggunakan App Studio dengan panduan dari rekan dari Nokia bernama Kevin Kurniawan.

Bagaimana Membuat Aplikasi Menggunakan App Studio?

Untuk mulai membuat aplikasi dengan App Studio, cukup masuk menggunakan akun email Microsoft (live.com atau outlook.com) pada laman situsnya. Setelah berhasil masuk, maka pengguna akan dihadapkan pada jenis pembuatan aplikasi mulai dari awal atau menggunakan template. Kebetulan pada workshop tersebut yang diajarkan adalah jenis pembuatan aplikasi mulai dari awal.

Dengan pembuatan dari awal, pengguna App Studio memulai dengan menuliskan informasi aplikasi yang terdiri dari logo, judul, deskripsi dan bawaan bahasa yang akan digunakan aplikasi ketika sudah jadi. Untuk bawaan bahasa, harus ditentukan sesuai dengan bahasa yang digunakan aplikasi agar tidak mendapatkan peringatan.

Tahap selanjutnya adalah menambahkan “Section” dan “Menu”. Untuk “Section”, pengguna bisa membuat menu seperti panorama yang bisa digeser ke kiri atau ke kanan untuk mencari konten yang telah dibuat saat menjadi aplikasi nanti. Sedangkan pada “Menu”, pengguna nantinya bisa membuat menu yang memberikan tautan langsung ke konten tanpa digeser saat menjadi aplikasi nanti. Untuk saat ini pengguna hanya dapat menambah maksimal 6 menu yang berkonten.

Konten dari menu aplikasi yang bisa dibuat menggunakan App Studio ini terdiri dari Collection, RSS, Youtube, Flickr, Bing dan HTML. Untuk mendapatkan kontennya pun cukup mudah karena pengguna akan diberikan petunjuk pada situs App Studio yang memudahkan penggunanya. Setelah membuat konten untuk aplikasi, selanjutnya dapat memilih “Style”, “Tiles”, “Splash Screen” dan “Lock Screen”.

Langkah terakhir, pengguna bisa langsung melakukan generate menjadi aplikasi Windows Phone 8. Hasil aplikasinya nanti dapat langsung untuk di submit pada Windows Phone Dev Center yang dimiliki oleh masing – masing pengembang aplikasi Windows Phone.

Aplikasi ini cukup mudah digunakan bagi semua kalangan, karena tidak memerlukan penguasaan tentang bahasa pemrograman dan pengguna dapat mengikuti instruksi petunjuk cara penggunaanya saat membuat aplikasi di App Studio ini. Selain itu perangkat ini dijalankan secara online sehingga tidak perlu meng-install apapun di komputer pengguna.

Apabila hasil aplikasi dirasa kurang maksimal saat dibuat dan ingin menambahkan fitur tertentu yang harus diprogram, maka pengembang aplikasi dapat mengambil source hasil generate aplikasi dan di-edit di Visual Studio 2012 ke atas. Bagi pengembang aplikasi yang ingin mencoba perangkat ini dapat mengunjungi langsung situs resminya App studio.

Share
Published by
Adhitya Wibawa Putra

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019