Categories: FeaturedOpini

Berkolaborasi Dengan Non-Developer Dalam Membuat Aplikasi

Mengembangkan sebuah aplikasi hingga merilisnya ke konsumen agar aplikasinya digunakan oleh banyak orang adalah tugas yang cukup berat menurut saya jika dilakukan sendirian. Kasus ini sering saya temui ketika berbicara dengan para developer yang sedang membuat produk aplikasi mereka sendiri terutama yang masih muda, kalaupun memiliki tim kebanyakan timnya terdiri dari developer semua.

Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya di TeknoJurnal, dalam mengembangkan sebuah aplikasi itu tidak hanya tentang koding. Banyak hal di luar koding yang diperlukan agar aplikasi yang kita buat dapat sukses di pasaran. Namun, bagi developer kemungkinan besar akan kesulitan jika harus tiba-tiba mendalami bidang lainnya yang diperlukan untuk mesukseskan aplikasi yang dibuat. Contohnya seperti desain grafis, tipografi, atau bahkan urusan promosi aplikasi. Kecuali, jika si developer sebelumnya juga sudah memiliki basis yang kuat di bidang selain koding, namun hal ini jarang saya temukan.

Nah, untuk menutupi kekurangan seseorang atau sebuah tim developer dalam mengembangkan aplikasinya, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan cara kolaborasi dengan orang lain di luar bidang pemrograman. Kolaborasi sendiri adalah sebuah metode yang sangat bermanfaat bagi para developer yang kekurangan sumber daya dalam mengembangkan sebuah produk aplikasi. Misal, kita tidak bisa desain, maka ajaklah kenalan kita yang bisa desain untuk ikut membantu mengembangkan produk yang sedang dikembangkan atau malah bergabung dengan usaha kita. Atau untuk hal sederhana seperti deksripsi aplikasi, kita bisa mengajak penulis atau blogger yang sudah terbiasa menulis untuk membantu membuat deksripsi aplikasinya.

Berkolaborasi dengan orang-orang di luar bidang pemrograman kemungkinan besar akan memberikan efek yang besar bagi produk aplikasi yang sedang dikembangkan terutama jika berkolaborasi dengan orang yang tepat. Sebagai manusia, tentu kita tidak dapat menguasai semua ilmu yang ada, termasuk developer.

Jika sulit mencari orang yang bisa diajak berkolaborasi, maka mungkin bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Memperluas lingkup pertemanan dengan bertemenan dengan orang-orang dari bidang non koding
  • Sering-sering ikut acara komunitas non-developer untuk mempermudah dalam berkenalan dengan orang lain dari bidang lain
  • Ketika mengikuti acara baik itu acara komunitas atau acara perusahaan, jangan cuma diam saja tapi juga harus aktif ber-networking ria

Bentuk kolaborasi yang dilakukan pun bisa bermacam-macam, bisa kolaborasi jangka panjang atau jangka pendek. Dalam berkolaborasi juga sudah pasti semua pihak ingin mendapatkan kentungan, oleh karena itu kita juga harus bisa menawarkan timbal balik bagi orang yang kita ajak berkolaborasi dalam mengembangkan aplikasinya. Timbal baliknya bisa berupa uang tunai atau bagi hasil atau lainnya. Namun, kadang ada orang yang diajak berkolaborasi cukup senang melakukannya secara gratis terutama jika hanya diminta bantuan yang tidak sulit dan tidak membutuhkan banyak waktu bagi mereka.

Collaboration is good :) Kalau misal seorang developer tidak bisa desain grafis ya menurut saya jangan dipaksakan untuk desain grafis daripada nanti hasil tampilan aplikasinya berantakan dan ujung-ujungnya membuat pengguna aplikasi jadi enggan menggunakan aplikasinya. Lebih baik menyerahkan tugas ke yang ahli dengan cara berkolaborasi.

Share
Published by
Firman Nugraha

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019