Clara AI NVIDIA Akan Jadi Bagian dari ACR AI-LAB

Clara AI NVIDIA Akan Jadi Bagian dari ACR AI-LAB

NVIDIA Clara AI Header[Ilustrasi Oleh Pixabay]

NVIDIA bakal membawa kemajuan sistem kecerdasan buatan sebagai solusi baru di bidang kesehatan. Perusahaan teknologi tersebut telah membangun sebuah sistem kecerdasan buatan bernama Clara AI, yang ditujukan untuk membantu para ahli radiologi.

Set perlengkapan Clara AI akan menjadi bagian dari ACR AI-LAB, yakni platform ilmu data American College of Radiology (ACR), yang saat ini sedang dikembangkan untuk membantu para radiologi dalam membangun dan berbagi model-model sistem kecerdasan buatan.

Melalui platform ilmu data ini, NVIDIA akan memberikan Clara AI secara gratis kepada 38.000 ahli radiologi di Amerika Serikat sehingga mereka dapat menggunakan lebih banyak pembelajaran mesin dalam pekerjaan mereka.

NVIDIA mengambil langkah ini setelah melakukan program penilaian percontohan selama tiga bulan di beberapa lembaga. Lembaga-lembaga yang dimaksud adalah Ohio State University (OSU), Massachusetts General Hospital, serta Center for Clinical Data Science (CCDS) di Brigham and Women’s Hospital.

Software Development Kit (SDK) dari Clara AI sebenarnya telah tersedia secara umum sejak musim gugur lalu bersamaan dengan konferensi Radiological Society of North America (RSNA). Sementara ACR AI-LAB baru akan memulai debutnya pada bulan Mei 2019 mendatang.

Selain NVIDIA, GE Healthcare dan Nuance pun turut serta dalam pengembangan ACR AI-LAB, yang rencananya juga akan memuat kemampuan manual untuk mengadaptasi, melatih sistem atau menggabungkan model pra-pelatihan dan set data yang tersedia untuk umum.

Saat ini, sudah banyak perusahaan teknologi yang memiliki minat dalam pencitraan medis seperti sinar-X dan pemindaian komputer (CT). Raksasa teknologi, seperti Google, Baidu, dan NVIDIA telah melakukan penelitian di sejumlah bidang khusus seperti radiologi, patologi, penemuan obat, dan onkologi, cabang kedokteran yang berspesialisasi dalam pendeteksian dan perawatan kanker.

Pada beberapa tahun terakhir, Baidu telah melakukan penelitian mengenai model deteksi kanker yang dapat mengungguli ahli patologi manusia dan fastMRI (sistem yang dikembangkan oleh Facebook AI Research dengan NYU School of Medicine yang dapat mempercepat kinerja pemindaian MRI).

Induk Google, Alphabet pun telah mulai membangun sistem kecerdasan buatan untuk deteksi diabetic retinopathy di India melalui Verily. Google sendiri melalui DeepMind juga telah memperkenalkan sistem kecerdasan buatan untuk mendiagnosis pengobatan untuk lebih dari 50 penyakit mata.

NVIDIA pun sebelumnya telah bekerja sama dengan Mayo Clinic dan MGH & BWH Center for Clinical Data Science, mengembangkan metode untuk membuat data pelatihan sintetis sistem kecerdasan buatan yang berfungsi untuk mendeteksi tumor otak.

[Sumber: Venturebeat]