Advertorial

Duel Smartphone Flagship : Honor 10 vs Samsung Galaxy S9+

Kini banyak vendor yang berlomba-lomba menyematkan beragam fitur menarik, kemampuan kamera canggih, hingga spesifikasi tertinggi pada smartphone flagship untuk memikat banyak orang.

Biasanya smartphone flagship ini rata-rata memiliki harga Rp 9 juta ke atas yang harus membuat calon pembelinya mengeluarkan koceknya cukup dalam. Namun ternyata ada juga loh smartphone di kelas ini yang mempunyai harga terjangkau, yaitu Honor 10.

Sekilas, smartphone ini dikembangkan oleh Honor yang merupakan sub-brand dari Huawei. Selain itu, Honor 10 sendiri sebenarnya telah diluncurkan secara resmi di Indonesia pada bulan Agustus 2018 silam.

Dalam menarik perhatian banyak orang, ternyata smartphone buatan Honor ini dibanderol dengan harga resmi bersahabat hanya mencapai Rp 6.999.000. Dengan harga yang terjangkau ini, Honor 10 mampu menantang smartphone flagship dengan harga Rp 9 juta ke atas di Indonesia, seperti Samsung Galaxy S9+, LG G7+ ThinQ, dan iPhone X.

Untuk pembuktian mengenai kemampuan, performa, dan fitur dari Honor 10 sebagai smartphone flagship maka saya mencoba melakukan perbandingan dengan Samsung Galaxy S9+ yang bisa dibilang sebagai smartphone kelas atas canggih dari Samsung.

Desain

Kedua smartphone ini sama-sama menggunakan bodi yang berbahan logam dengan dilindungi oleh kaca pada bagian depan maupun belakangnya. Berkat desain ini membuat Honor 10 maupun Galaxy S9+ terlihat mewah.

Keduanya pun sama-sama memiliki lengkungan pada kedua sisi bodi belakangnya sehingga memungkinkan penggunanya dapat menggenggam dengan nyaman hanya menggunakan satu tangan.

Bisa dibilang Honor 10 lebih enak dipegang karena kaca belakangnya tidak terlalu licin dibandingkan dengan milik Galaxy S9+. Bahkan saya merasa was-was pada saat memegang Galaxy S9+ tanpa casing tambahan karena sangat terasa licin ketika dipegang satu tangan.

Selanjutnya, saya juga merasakan bahwa ukuran dimensi dari Honor 10 sangat pas ketika digenggam dibandingkan Samsung Galaxy S9+ yang terasa terlalu memanjang ke atas yang terasa cukup sulit ketika mengoperasikan menu-menu di bagian atas.

Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kamu menggunakan casing tambahan pada Honor 10 mengingat penggunaan material kaca di bagian belakangnya. Saya pun merasa Honor 10 ini lebih ringan dibandingkan Samsung Galaxy S9+ karena memiliki berat hanya mencapai 153 gram. Sedangkan Galaxy S9+ mempunyai berat yang mencapai 189 gram.

Apabila Samsung Galaxy S9+ menggunakan sistem warna yang standar, berbeda pada Honor 10 yang memiliki sistem warna Aurora dengan membuat warnanya berubah-ubah tergantung dari arah pantulan cahaya sehingga membuatnya terlihat lebih menawan.

Berbeda dengan sensor fingerprint pada Galaxy S9+ yang hadir di bagian belakang, Honor 10 ini mempunyai sensor fingerprint pada bagian bawah depannya sehingga membuat bezel layar pada dagunya menjadi sedikit besar.

Namun keduanya sama-sama mudah diakses oleh penggunanya ketika ingin menyematkan sidik jari untuk membuka kunci. Selain itu, sensor fingerprint keduanya pun sama-sama dapat merespon sidik jari dengan sangat cepat.

Fitur Face Unlock yang disematkan pada kamera depannya pun sama-sama mampu mengenali wajah dengan akurat sehingga dapat menjadi alternatif bagi penggunanya apabila sedang malas menggunakan fingerprint.

Layar

Honor 10 memiliki layar 5,84 inci yang beresolusi Full HD+ (2280 x 1080 piksel), berteknologi IPS, dan beraspek rasio 19:9. Sementara Samsung Galaxy S9+ mempunyai layar 6,2 inci dengan resolusi Quad HD+ (2960 x 1440 piksel), lengkungan 3D di kedua sisi, berteknologi Super AMOLED, dan beraspek rasio 18,5:9. Layar pada kedua smartphone ini sama-sama memenuhi bagian depannya.

Dengan perbedaan lebar layar ini maka secara kasat mata Honor 10 memiliki ukuran yang lebih kecil. Sementara itu, Samsung Galaxy S9+ mempunyai ukuran yang memanjang ke atas sehingga Honor 10 terasa sangat pas ketika dalam genggaman.

Apabila Samsung Galaxy S9+ meminimalisir beragam bezel pada layarnya, berbeda dengan Honor 10 yang mempunyai poni pada bagian atasnya sehingga bezel-nya pun menjadi lebih tipis. Namun apabila kamu tidak menyukai poni tersebut maka dapat menyembunyikan sehingga terlihat lurus pada bagian atasnya.

Berdasarkan pengalaman saya, Honor 10 ini mampu menyembunyikan poni dengan bagus. Terutama layar masih terlihat menarik karena garis yang dihasilkan pada sudut kiri dan kanan atasnya memiliki lengkungan yang pas dipandang oleh mata.

Performa

Sebagai smartphone andalan, tentunya Honor 10 dan Samsung Galaxy S9+ telah menggunakan chipset flagship yang dapat menghasilkan performa tinggi sehingga dapat melakukan pekerjaan berat dengan lancar dan mulus.

Dapur pacu Honor 10 dipercayakan pada chipset HiSilicon Kirin 970 Octa-core (Quad-core 2.4 GHz Cortex-A73 & Quad-core 1.8 GHz Cortex-A53) lengkap dengan GPU Mali-G72 MP12 dan NPU (Neural Network Processing Unit).

Sementara Samsung Galaxy S9+ menggunakan chipset Exynos 9810 Octa-core (Quad-core 2.7 GHz Mongoose M3 & Quad-core 1.8 GHz Cortex-A55) lengkap dengan GPU Mali-G72 MP18.

Berkat penggunaan chipset kelas atas ini, baik Honor 10 maupun Samsung Galaxy S9+ mampu menjalankan beragam aktivitas dengan lancar mulai dari navigasi smartphone, membuka aplikasi, menjalankan aplikasi secara multitasking, dan memainkan game berat sekalipun.

Untuk menguji kedua smartphone ini menjalankan game, saya memainkan game populer yang banyak dimainkan oleh orang Indonesia, seperti Arena of Valor dan Mobile Legends dengan pilihan grafis tinggi dan frame rate tinggi.

Hasilnya kedua game ini dapat dilibas dan dijalankan secara lancar dengan frame rate yang stabil. Bahkan dengan frame rate yang tinggi ini saya merasa mata sedang dimanjakan smartphone karena animasi kedua game memiliki animasi yang halus serta mulus.

Sementara itu, saya pun mencoba memainkan game berat Final Fantasy XV Pocket Edition dengan grafis tinggi pada kedua smartphone ini dan hasilnya game mampu dijalankan dengan lancar tanpa hambatan.

Meskipun Honor 10 memiliki RAM 4 GB dan penyimpanan internal 128 GB, namun mampu mengimbangi Samsung Galaxy 9+ dengan RAM 6 GB dan penyimpanan internal 128 GB dalam menangani aktivitas multitasking.

Menariknya lagi, NPU pada chipset dari Honor 10 ini mampu secara pintar dalam mengendalikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sehingga dapat menghadirkan performa smartphone yang cepat dan efisien.

Tak hanya itu, Honor 10 juga dilengkapi dengan fitur GPU Turbo yang dapat meningkatkan efisiensi GPU hingga 60% dan menurunkan konsumsi daya baterai hingga 30% ketika penggunanya sedang bermain game, seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends.

Software

Honor 10

Samsung Galaxy S9+

Kita ketahui bersama bahwa Honor 10 dan Samsung Galaxy S9+ sama-sama telah menggunakan sistem operasi Android yang menggunakan tampilan antarmuka hasil modifikasi masing-masing.

Terlihat Honor 10 ini mempunyai EMUI 8.1 berbasiskan Android 8.1 Oreo buatan dari Huawei. Sementara Samsung Galaxy S9+ memiliki Samsung Galaxy Experience 9.0 berbasiskan Android 8.1 Oreo.

Bisa dibilang kedua tampilan antarmuka tersebut mampu membuat penggunanya memiliki pengalaman yang lebih menarik dibandingkan dengan sistem operasi Android murni ketika smartphone sudah dijalankan.

Secara bawaan, Honor 10 akan langsung menampilkan beragam aplikasi yang terinstal pada tampilan homescreen tanpa hadirnya menu App Drawer. Namun apabila penggunanya tidak menyukai tampilan tersebut maka dapat mengaktifkan tampilan App Drawer pada menu Settings.

Sementara, Samsung Galaxy S9 hanya menyediakan tampilan homescreen yang memiliki langsung App Drawer. Bahkan apabila dilihat secara kasat mata, kamu pasti akan mengetahui ikon yang menjadi ciri khas dari EMUI 8.1 maupun Samsung Galaxy Experience 9.0.

Selain itu, kedua smartphone ini juga sudah memiliki beragam fitu kekinian yang terdiri dari Dual-Split Multitasking, Ultra Saving Mode, Ride Mode, App Lock, pengganda aplikasi, dan masih banyak lagi yang akan membantu penggunanya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kamera

Kamera merupakan salah satu fitur yang paling dicari oleh banyak orang pada smartphone flagship. Honor 10 menggunakan dua kamera belakang dengan konfigurasi kamera primer 16 MP bersensor RGB (berwarna) + kamera sekunder 24 MP bersensor monokrom dengan sama-sama memiliki apertur f/1.8, PDAF, dan LED Flash.

Sementara Samsung Galaxy S9+ mempunyai dua kamera belakang dengan kombinasi kamera primer 12 MP dengan apertur ganda f/1.5 & f/2.4, Dual-pixel PDAF + kamera sekunder telephoto 12 MP dengan apertur f/2.4, 2x Optical Zoom, OIS, dan LED Flash.

Kamera belakang dari kedua smartphone ini sama-sama mampu menghasilkan foto yang bagus. Bahkan untuk foto bokeh (background blur), penggunanya dapat mengatur tingkat blur (apertur) sebelum maupun sesudah pengambilan foto baik Honor 10 maupun Samsung Galaxy S9+.

Sementara untuk kamera depan dari Honor 10 memiliki resolusi 24 MP dengan apertur f/2.0 dan Samsung Galaxy S9+ mempunyai resolusi 8 MP dengan apertur f/1.7. Hasil foto selfie atau wefie yang dihasilkan dari kedua smartphone ini pun sama-sama baik.

Menariknya lagi Honor 10 ini memiliki mode AI berkat hadirnya NPU pada chipset Kirin 970 di dalamnya. Berkat hadirnya mode ini, memungkinkan Honor 10 mampu mendeteksi obyek dan lingkungan sekitar yang akan difoto sehingga dapat menentukan konfigurasi scene atau suasana dengan skenario warna, ketajaman, kecerahan, dan masih banyak lagi agar memanjakan mata penggunanya setelah fotonya jadi.

Bahkan aplikasi kamera bawaan dari Honor 10 menghadirkan banyak mode pengambilan foto dibandingkan dengan Galaxy S9+ sehingga penggunanya dapat melakukan kreasi yang lebih banyak ketika menggunakan Honor 10.

Sebagai contohnya, Honor 10 ini memiliki mode Light Painting yang memungkinkan penggunanya dapat melukis cahaya yang hasilnya dapat diabadikan dalam foto. Namun pada Galaxy S9+, penggunanya harus mengatur shutter speed, ISO, dan masih banyak lagi pada mode manual.

Bagi kamu yang penasaran dengan kualitas foto yang dapat dihasilkan oleh Honor 10 dan Samsung Galaxy S9+ maka dapat melihatnya pada hasil foto di bawah ini :

Foto Selfie

Foto Portrait

Baterai

Sekilas, Honor 10 dilengkapi dengan baterai berkapasitas 3.400 mAh. Sementara Galaxy S9+ dibekali dengan baterai yang mempunyai kapasitas 3.500 mAh. Terlihat perbedaan kapasitas baterai pada kedua smartphone ini pun hanya sedikit saja.

Untuk menguji ketangguhan daya tahan baterai keduanya maka saya mencoba melakukan pengujian dengan aplikasi benchmark populer untuk baterai, seperti PCMark. Dalam hal ini, saya mencoba mengujinya pada ruangan tanpa AC dengan tingkat kecerahan layar yang diatur maksimal.

Hasilnya baterai Honor 10 mampu bertahan hingga 5 jam 40 menit dan Samsung Galaxy S9+ bertahan hingga 5 jam 32 menit. Tentu saja perbedaan daya tahan baterai setelah dilakukan benchmark ini sama sekali tidak berbeda jauh.

Tak lupa, saya pun mencoba pengujian baterai dengan melakukan aktivitas sehari-hari pada Honor 10 mulai dari telepon, SMS, berselancar di dunia maya, chat di aplikasi perpesanan, upload foto maupun membuat status di media sosial, mendengarkan musik, bermain game, hingga mengetik di aplikasi perkantoran.

Berdasarkan pengujian baterai tersebut, Honor 10 mampu bertahan selama 12 jam 10 menit mulai dari kondisi 100% hingga titik kritis 15%. Sementara untuk pengisian daya baterai dari Honor 10 bisa dibilang cepat hanya membutuhkan waktu 1 jam 21 menit dari kondisi 15% ke 100% karena menggunakan teknologi SuperCharge buatan Honor yang telah tertanam pada charger bawaannya.

Selain itu, Samsung Galaxy S9+ dapat mengisi daya baterai mulai dari kondisi 15% ke 100% dengan memakan waktu 1 jam 33 menit padahal telah menggunakan fitur Fast Charging bawaan dari Samsung. Dengan hasil ini, terlihat daya tahan baterai dan pengisian Honor 10 mampu menandingi Galaxy S9+ dengan baik.

Kesimpulan

Sebagai smartphone flagship, Honor 10 mampu menghadirkan fitur, performa, dan kamera yang bagus dengan harga terjangkau hanya mencapai Rp 7 juta yang mampu bersaing dengan perangkat kelas atas yang mempunyai harga di atas Rp 9 juta.

Bahkan NPU dan GPU Turbo yang telah disematkan pada Honor 10 membuatnya lebih unik dibandingkan Galaxy S9+. Meskipun begitu, Samsung Galaxy S9+ ini juga bisa menjadi pilihan apabila kamu memiliki uang berlebih dengan layar yang lebih lebar.

* Artikel ini adalah hasil kerja sama dengan Honor

Share
Published by
Adhitya Wibawa Putra

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019