Google Akan Batasi Iklan dari Penyedia Dukungan Teknologi

Google Akan Batasi Iklan dari Penyedia Dukungan Teknologi

Iklan Palsu Google[Ilustrasi Oleh Flickr]

Mungkin suatu hal yang cukup mengejutkan bahwa Google telah menutup banyak iklan sepanjang tahun 2017 lalu. Bahkan, dalam catatan yang diuraikan oleh DigitalTrends, rata-rata ada 100 iklan setiap detiknya yang ditutup Google karena melanggar kebijakan perusahaan tersebut.

Tentu saja, kebanyakan dari iklan-iklan ini merupakan iklan palsu mengenai layanan dukungan teknis teknologi, yang pada akhirnya akan meminta jumlah uang dalam jumlah yang cukup besar untuk dukungan yang tidak pernah diperlukan.

Dalam cara kerjanya, iklan-iklan ini akan ditampilkan oleh mesin pencari Google pada bagian atas hasil pencarian dan jika dibuka akan menampilkan halaman web palsu untuk mengelabuhi pengguna, agar berpikir bahwa mereka sedang melihat informasi web yang sah.

Sementara itu, Google sebagai raksasa teknologi sebenarnya telah memiliki sistem khusus yang dapat digunakan untuk melindungi masyarakat luas dari iklan-iklan menyesatkan, tidak pantas, dan berbahaya seperti itu.

Namun saat sistem mendeteksi sebuah peningkatan iklan penipuan yang menyasar kategori tertentu, ia mencoba untuk bergerak lebih cepat untuk menempatkan lebih banyak sumber daya ke dalam pemberantasan iklan-iklan tersebut.

Direktur kebijakan produk global Google David Graff menyebutkan dalam halaman blog-nya bahwa selama seminggu terakhir perusahaannya mendeteksi adanya peningkatan iklan penipuan berasal dari penyedia layanan dukungan teknologi pihak ketiga.

Oleh karena itulah, untuk mencegah munculnya berbagai macam iklan berkonten palsu di mesin pencarinya, Google akan membatasi iklan dalam kategori tersebut secara global.

Sudah cukup lama Google bekerja dengan penegak hukum dan pemerintah untuk memerangi kecurangan tersebut. Namun, karena sekarang hal tersebut kebanyakan berasal dari luar perusahaannya, Google harus menggunakan cara yang berbeda.

Pada beberapa bulan mendatang, Google akan merilis program verifikasi untuk memastikan hanya penyedia layanan dukungan teknologi pihak ketiga yang sah yang bisa menggunakan platform iklan yang dimilikinya untuk menjangkau para penggunanya.

Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa cara tersebut saja tidak akan mampu mencegah terjadinya pemalsuan iklan dalam layanan mesin pencari miliknya. Namun, menurut Graff, upaya tersebut dapat membuat pemalsuan iklan menjadi lebih sulit dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, Google juga akan senantiasa berupaya mencari cara untuk memblokir konten-konten palsu tersebut, untuk memastikan ekosistem iklan online miliknya dapat menjadi tempat yang aman bagi semua orang.

[Sumber: DigitalTrends]