Google Rilis Cloud Vision API versi BETA, API yang Dapat Mengolah Data dalam Gambar

Google Rilis Cloud Vision API versi BETA, API yang Dapat Mengolah Data dalam Gambar

art-gallery[gambar ilustrasi: Pixabay]

Google beberapa hari lalu meluncurkan Google Cloud Vision API versi Beta tepatnya pada tanggal 18 Februari 2016. Google juga mengumumkan harga untuk Cloud Vision yang akan berlaku secara efektif pada 1 Maret 2016 mendatang pada tanggal tersebut.

Dengan dirilisnya versi Beta ini, developer dapat menggunakan Cloud Vision API untuk mengidentifikasi objek-objek yang ada dalam sebuah gambar seperti teks, lambang, jenis benda produk secara digital.

Google memiliki banyak skenario dalam Cloud Vision API. Sebagai contoh developer dapat menggunakan Cloud Vision API mendeteksi apakah ada mobile di dalam gambar, mendeteksi konten yang tidak pantas, menganalisa emosi seseorang yang terekam dalam gambar, dan mengekstraksi tulisan.

Cloud Vision API mendukung pendeteksian objek pada gambar dengan menggunakan teknologi yang sama pada Google Photos sehingga developer dapat mengetahui nama-nama objek dalam foto. Selain itu, API ini dapat digunakan untuk menghindari konten-konten gambar yang tidak pantas yang terdeteksi dengan Google SafeSearch.

Cloud Vision API juga dapat digunakan untuk menganalisis emosi orang-orang dan mendeteksi berbagai macam logo dari produk-produk terkenal. API milik Google tersebut juga mampu mendeteksi huruf-huruf yang terdapat dalam gambar dengan identifikasi bahasa otomatis.

Dengan Cloud Vision API, Google mengajak developer untuk mengembangkan aplikasi yang dapat melihat, mendengar, dan membuat informasi yang berguna bagi dunia dari sebuah gambar. Untuk detail lebih lanjut tentang Cloud Vision API, developer dapat mempelajari dokumen dan contoh-contoh yang sudah disediakan oleh Google.

[via Google Cloud Platform Blog]