Ciptakan Alat Canggih Pengukur Penggunaan Air, FlowGo Juarai Hackathon Internet of Things Pertama di Indonesia

Ciptakan Alat Canggih Pengukur Penggunaan Air, FlowGo Juarai Hackathon Internet of Things Pertama di Indonesia

hackathon internet of things pertama

Pada tanggal 7 hingga 8 Maret 2015 lalu, kompetisi Hackathon Internet of Things yang berjudul First Indonesia National Hardware Hackathon telah resmi diselenggarakan di Indonesia. Dalam kompetisi ini setiap peserta ditantang untuk mengembangkan perangkat Internet of Things selama 24 jam nontstop.

Setelah melalui proses penjurian yang panjang dan ketat maka terpilihlah 3 tim yang berhak menjadi jawara di ajang First Indonesia National Hardware Hackathon. Tim jawara ini harus bersaing ketat dengan 23 tim lainnya yang sama-sama menghasilkan produk sebagai solusi terbaik dalam memecahkan permasalahan sehari-hari di Indonesia secara khususnya dan dunia secara umumnya.

Untuk mengenal lebih lanjut mengenai 3 tim jawara dalam Hackathon ini, tim TeknoJurnal akan memberikan informasi singkat sebagai berikut :

1. Tim FlowGo (Juara Pertama)

FlowGo

Tim ini berhasil menjadi jawara First Indonesia National Hardware Hackathon karena memiliki inovasi perangkat bernama Flow Meter on The Go yang dapat mengukur penggunaan air. Alat ini nantinya dapat dipasang di setiap rumah masyarakat. Selanjutnya setelah terpasang di setiap rumah akan membantu pemerintah untuk mendapatkan data penggunaan air satu kota.

Tentu saja dengan data seperti ini akan membantu ahli geografi untuk mengetahui keadaan kondisi keadaan di bawah tanah sehingga dapat memberikan solusi mengenai ketersediaan air dan kelangsungan suatu kota.

Perangkat yang diciptakan menarik karena dengan awal yang kecil dapat langsung berimbas secara global. Dengan menjadi juara pertama hackathon ini maka tim FlowGo berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 15.000.000 ditambah kesempatan untuk mempresentasikan perangkat yang dikembangkanya pada acara Big Data Week 2015.

2. Tim MC.IOT (Juara Kedua)

MC IOT

Tim yang berhak menjadi juara kedua adalah MC.IOT. Tim ini memiliki inovasi dengan menciptakan perangkat yang bernama SMS-µA (Smart Monitoring System for MicroAlgae). Nantinya perangkat ini ditujukkan untuk penggunaan di setiap rumah dalam menurunkan kadar polusi.

Perangkat ini memiliki Algae yang dapat menyerap kadar CO2 di udara dan penggunanya dapat memonitor juga kadar CO2 yang diserap Algae tersebut. Dengan pemasangan di setiap rumah maka diharapkan alat ini dapat memberikan efek penurunan kadar polusi pada seluruh kota.

MC.IOT ini hampir sama dengan konsep FlowGo yang memasangkan alat pada setiap rumah sehingga berimbas pada satu kota sehingga memungkinkan penerapannya secara global. Tim ini sendiri berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 10.000.000. ditambah kesempatan untuk memamerkan perangkat yang dikembangkannya pada acara Big Data Week.

3. Tim Sunsquare (Juara Ketiga)

SunSquare

SunSquare merupakan tim yang berhak mendapatkan juara ketiga dalam Hackathon Internet of Things pertama di Indonesia ini. Tim ini berasal dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan memiliki inovasi perangkat yang dinamakan Jemurin.

Jemurin ini merupakan perangkat yang memberikan solusi kepada penggunanya untuk melakukan kegiatan jemur pakaian dengan aman walaupun cuaca berubah menjadi hujan dan tidak ada orang yang mengangkat jemuran.

Cara kerja dari perangkat ini adalah menggunakan sensor cahaya untuk mendeteksi keadaan cuaca baik itu sedang cerah maupun hujan sehingga ketika cuaca akan hujan maka secara otomatis baju akan dijalankan menuju tempat yang tidak akan terkena air. Sebaliknya ketika cuaca kembali cerah maka baju akan secara otomatis dijalankan menuju tempat untuk menjemur.

Dengan gelar juara ketiga ini tim SunSquare berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 7.000.000 ditambah kesempatan untuk memamerkan perangkat yang dikembangkannya pada acara Big Data Week.


Untuk 10 finalis teratas dalam Hackathon ini akan dipromosikan menjadi duta “Indonesia Innovator”, workshop “Human Centered Design Thinking”, diundang untuk berpartisipasi dalam “Virtuos Innovation Ecosystem of Hardware Makers”, dan menggunakan printer 3 dimensi secara gratis di MakeDoNia Innovation Hub.

Sebagai tambahan, pembaca dapat juga melihat rangkuman acara ini di halaman resmi Live Report Hackathon Internet of Things Pertama di Indonesia. Selamat bagi para pemenang First Indonesia National Hardware Hackathon dan terus berkarya untuk memecahkan solusi dalam permasalahan di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya.

 *Disclosure : Teknojurnal merupakan salah satu partner dari First Indonesia National Hardware Hackathon