Categories: Opini

Mau Membuat Aplikasi Khusus Untuk Tablet Berbasis Android?

Jika ada yang bertanya sesuai dengan judul artikel ini, sejujurnya saya akan berkata “tidak”. Kenapa? Ada beberapa alasan yang menurut saya membuat aplikasi khusus untuk tablet berbasis Android belum perlu untuk dilakukan saat ini kecuali jika ada permintaan-permintaan tertentu atau mempunyai resource yang besar. Dan, jika kita berbicara tentang tablet berbasis Android sudah pasti juga berbicara tentang Android Honeycomb, versi Android yang dibuat khusus untuk tablet.

Beberapa alasan dari saya adalah sebagai berikut:

Pertama, Android Honeycomb terkesan agak setengah-setengah dibuatnya (mirip dengan kasus Windows ME) dan dalam waktu dekat akan segera diganti dengan Android Ice Cream Sandwich. Namun begitu setidaknya tablet yang menggunakan Honeycomb lebih bagus daripada menggunakan versi Android yang seharusnya hanya untuk handphone seperti versi Froyo dan kemudian dipaksakan untuk digunakan pada tablet.

Kedua, tablet-tablet berbasis Android yang beredar masih menggunakan banyak versi Android, bukan hanya Honeycomb. Walaupun belakangan ini pangsa pasar tablet berbasis Android di dunia meningkat tajam namun Android Honeycomb yang notabene adalah sistem operasi Android yang dikhususkan untuk tablet distribusinya sangat kecil. Data terbaru dari Google menunjukkan bahwa distribusi Honeycomb dibanding Android versi lainnya hanya sebesar 1,9%. Hal ini membingungkan para pengembang aplikasi karena masih ada sistem operasi Android non-tablet yang digunakan di tablet.

Ketiga, Android versi Ice Cream Sandwich sudah akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Berbeda dengan versi-versi Android sebelumnya, Ice Cream Sandwich dapat digunakan baik untuk handphone atau tablet sehingga pengembang aplikasi tidak terlalu dibingungkan lagi. Dan, kabarnya Ice Cream Sandwich juga menawarkan implementasi yang lebih bagus untuk tablet dan mempermudah para pengembang aplikasi dalam membuat aplikasi untuk tablet berbasis Android dibandingkan dengan Honeycomb.

Keempat, di Android Honeycomb versi terbaru sudah ada fitur untuk membuat aplikasi Android biasa agar lebih kompatibel dengan perangkat tablet. Jadi dengan fitur ini kita tidak perlu harus mengubah banyak kodingan yang kita buat di aplikasi Android untuk handphone ketika ingin diimplementasikan di tablet berbasis Android.

Nah… jadi kesimpulannya menurut saya untuk sementara lebih baik tidak usah terlalu fokus untuk mengembangkan aplikasi khusus untuk tablet berbasis Android. Lebih baik menunggu hingga Android versi Ice Cream Sandwich sudah diimplementasikan secara massal di tablet-tablet berbasis Android yang beredar. Kecuali jika ada pesanan dari orang lain atau mempunyai resource yang besar mungkin membuat aplikasi khusus tablet berbasis Android dihindari untuk beberapa waktu.

Share
Published by
Firman Nugraha

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019