Categories: FeaturedOpini

Mencari Model Pemasukan yang Pas Untuk Pengusaha Muda Bidang IT

Hingga kini, saya masih melihat banyak calon pengusaha muda di bidang IT yang bermunculan terutama dari kalangan mahasiswa. Setelah saya berbincang-bincang dengan para mahasiswa, banyak di antara mereka ingin setelah kuliah mereka dapat berkutat di perusahaan IT yang sedang mereka bangun dan menciptakan berbagai macam produk yang ditujukan untuk para end-user (B2C) seperti membuat sebuah aplikasi mobile lalu menjualnya di toko aplikasi digital.

Membuat sebuah produk digital yang ditujukan untuk end-user memang menyenangkan. Namun, menurut pendapat saya pribadi membuat sebuah produk untuk end-user memerlukan waktu dan kerja keras yang cukup lama agar produknya sukses dan diterima oleh para end-user dan mendapatkan keuntungan yang berarti untk perusahaan.

Menyoal hal keuntungan, hal ini biasanya bukan masalah besar jika usahanya digawangi oleh mereka yang masih aktif kuliah karena biasanya mahasiswa masih bergantung ke orang tua untuk biaya kuliah dan biaya hidup. Berbeda jika mereka sudah lulus perkuliahan di mana harus bisa mandiri dalam membiayai hidup mereka sendiri dan kemungkinan besar mereka akan mendapatkan tekanan batin jika belum mendapatkan keuntungan yang berarti dari usaha mereka. Faktor ini menurut saya menjadi salah satu penyebab utama banyaknya pengusaha muda IT yang banting setir jadi karyawan.

Dari banyak perusahaan muda di bidang IT yang saya temui, kebanyakan dari mereka bisa bertahan karena mereka tidak hanya fokus total di pengembangan produk untuk end-user saja namun juga mengerjakan proyek-proyek dari perusahaan lain atau menawarkan produk untuk korporat (B2B) untuk menyokong dana perusahaan dan membiayai operasional perusahaan. Sebagai contohnya adalah mengerjakan pesanan situs web dari sebuah perusahaan atau menawarkan produk yang dapat membantu operasional perusahaan.

Saya sendiri ketika dulu masih aktif kuliah termasuk yang ingin setelah selesai kuliah dapat langsung fokus mengembangkan produk sendiri yang ditujukan untuk end-user. Namun realitanya tidak semudah yang saya pikirkan sehingga saya banting setir menjadi karyawan selama 2 tahun sembari mengembangkan usaha saya di TeknoJurnal di sela-sela kesibukan menjadi karyawan. Opsi macam ini juga dapat digunakan oleh para pengusaha muda yang ingin membangun perusahaan mereka.

Sebetulnya tidak masalah jika ada pengusaha muda IT yang ingin langsung fokus total di pengembangan produk untuk end-user. Namun jika keadaan tidak memungkinkan, akan lebih bagus jika mengambil opsi lain untuk mendapatkan pemasukan bagi perusahaan sembari mengembangkan produk untuk end-user-nya.

Share
Published by
Firman Nugraha

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019