Berita

Microsoft Akan Tutup Platform Remix 3D

[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Meskipun usianya belum genap tiga tahun, Microsoft sudah berencana akan menutup platform berbagi obyek tiga dimensi (3D) miliknya, yakni Remix 3D. Tepatnya pada tanggal 10 Januari 2020 mendatang, Remix 3D tidak akan beroperasi lagi.

Sebuah pesan yang muncul di bagian atas halaman web Remix 3D telah menjelaskan semuanya. Pesan tersebut secara gamblang menjelaskan bahwa Remix3D.com akan pensiun dan mengingatkan pengguna untuk mengunduh semua obyek 3D yang ingin disimpan.

Dalam keterangan lebih lanjut di halaman FAQ yang dirilis mengenai penutupan Remix 3D ini pun, Microsoft menegaskan bahwa ketika halaman situsnya sudah tidak tersedia lagi maka mereka akan menghapus semua model 3D yang dibuat pengguna dan metadata terkait dari sistemnya. Oleh karenanya, pengguna tidak akan bisa mengunduh atau meminta salinannya dari Microsoft setelah itu.

Sebagai alternatifnya, dalam halaman yang sama, perusahaan tersebut menyarankan pengguna untuk beralih ke platform OneDrive yang diklaimnya sebagai platform ideal untuk berbagi model 3D. Mereka berharap untuk dapat merampingkan penawarannya di bidang tersebut dengan langkah ini.

Pertama kali dikenalkan oleh Microsoft, Remix 3D merupakan bagian dari pembaruan Windows 10 pada tahun 2017. Yang mana dengan menggunakan platform ini, para pengguna dapat menyimpan aset 3D secara online sehingga pengguna lain dapat mengunduhnya melalui aplikasi Paint 3D –aplikasi dasar di Windows 10 versi 1703 atau yang lebuh baru.

Platform penyimpanan obyek 3D ini bahkan juga mendukung integrasi dengan apa yang ditawarkan Microsoft untuk “Mixed Reality”, di mana memungkinkan pengguna memproyeksikan obyek-obyek tersebut ke dunia nyata dengan bantuan kamera yang dihubungkan dengan komputer.

Selain itu, pengguna juga dapat menyimpan dan membukanya menggunakan aplikasi 3D Viewer, yakni aplikasi yang dirancang secara khusus oleh Microsoft untuk digunakan dalam perangkat Augmented Reality (AR) buatannya, HoloLens.

Namun bagaimana pun juga, platform ini tahun depan akan berhenti beroperasi. Bahkan mulai tanggal 7 Agustus 2019 mendatang, para pengguna sudah tidak diizinkan untuk mengunggah aset 3D buatannya ke platform tersebut.

[Sumber: Venturebeat]

Share
Published by
Sukindar

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019