Berita

Microsoft Gabungkan Dua Aplikasi Otentikasinya Dalam Aplikasi Microsoft Authenticator

[Sumber: Flickr]

Sistem keamanan memang harus selalu ditingkatkan, terutama sebagai salah satu penunjang dari sebuah layanan. Hal tersebut juga berlaku bagi Microsoft. Perusahaan yang terkenal dengan sistem operasinya ini telah mengumumkan akan menggabungkan beberapa aplikasi authenticator miliknya ke dalam sebuah aplikasi Microsoft Authenticator baru pada akhir Juli 2016 kemarin.

Dan pada hari ini, Microsoft telah merilis aplikasi tersebut ke pasar. Dalam aplikasi baru ini, terdapat dua aplikasi otentikasi yang digabungkan, yaitu otentikasi untuk akun pelanggan dan akun Azure AD. Microsoft telah menggabungkan fitur terbaik yang dimiliki aplikasi akun Microsoft dan aplikasi Azure Authenticator menjadi sebuah aplikasi otentikasi.

Bagi para pengguna aplikasi Azure Authenticator, aplikasi ini akan menjadi bagian dari pembaruan yang ditawarkan. Akan tetapi berbeda dengan pengguna aplikasi Microsoft Account, pengguna aplikasi ini harus mengunduh terlebih dulu agar dapat menggunakan Microsoft Authenticator, setelah memperoleh notifikasi untuk menyetujui login baru.

Selain dapat digunakan untuk akun-akun Microsoft, Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk akun-akun non-Microsoft. Aplikasi ini akan menyediakan kode yang dapat digunakan untuk otentikasi dua langkah pada Microsoft. Hal ini juga berlaku ketika pengguna sedang dalam keadaan offline.

Beberapa fitur baru yang ditawarkan oleh aplikasi otentikasi Microsoft ini dapat kita lihat melalui laman blog milik Microsoft. Salah satu di dalamnya, terdapat penyegaran dalam user experience yang ditawarkan. Microsoft menawarkan user experience yang lebih sederhana tanpa mengesampingkan keamanan tingkat tinggi.

Microsoft juga menawarkan breed MFA experience terbaik melalui one-click push notification. Dengan pengalaman baru ini, para pengguna cukup mengetuk tombol Approve  pada notifikasi untuk melengkapi login yang sedang dilakukan.

Fitur lain disasarkan kepada para pengguna wearables. Microsoft merilis aplikasi ini dengan memberikan dukungan untuk perangkat wearables. Kini, para pengguna Apple Watch atau Samsung Gear dapat digunakan untuk menyetujui otentikasi.

Selain itu, untuk menjaga keamanan lebih lanjut, Microsoft memberikan dukungan terhadap persetujuan berbasis sidik jari. Dukungan ini dapat digunakan pada perangkat iPhone maupun perangkat Android. Microsoft juga memberikan dukungan otentikasi berbasis sertifikat jika para pengguna bisnis tidak menggunakan kata sandi.

Aplikasi ini dapat menjadi sebuah pilihan pengguna yang menggunakan dua faktor otentikasi, terlebih bagi para pengguna layanan Microsoft. Untuk mengunduh aplikasi ini, pengguna dapat mengunduhnya secara langsung melalui Google Play Stores.

[Via Androidpolice]

Share
Published by
Sukindar

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019