Categories: Opini

Mobile Application Market, Ladang Bisnis Yang Sedang Hot Untuk Para Programmer Mobile

Perkembangan handphone sudah semakin tinggi, jika dulu handphone dirajai oleh merek-merek seputar Nokia, Sony Erricson, Samsung, dan Motorolla, sekarang bisa dibilang hanya 3 yang merajai dunia handphone dimana ketiga-tiganya berkutat di bidang smartphone, yaitu: RIM, Apple, dan Google.

Smartphone sudah bukan barang asing lagi sekarang, bisa dibuktikan dengan mewabahnya tren Blackberry di Indonesia. Dan untuk secara global, makin banyak orang yang beralih ke handphone berbasis Apple atau Google.

RIM, Apple, dan Google selain menyediakan lingkungan pengembangan yang kondusif untuk programmer, juga menawarkan prospek yang besar untuk para programmer handphone untuk berbisnis. Namun untuk Apple dengan iPhone dan Google dengan Android-nya dan RIM dengan Blackberry-nya, mereka menyediakan application market untuk para pengguna handphone mereka mendownload aplikasi.

Yang spesial dari application market ini adalah programmer bisa memasang aplikasi yang telah mereka buat di application market tersebut. Tidak jarang program-program yang ada di application market adalah aplikasi berbayar. Aplikasi-aplikasi berbayar yang ada biasanya mengadopsi micropayment, yaitu aplikasi dijual dengan harga di bawah $12. Kelihatannya kecil memang dibanding aplikasi-aplikasi desktop yang biasanya minimum berkisar di antara 100-an dollar, namun begitu tidak bisa dianggap remeh.

Sebagai contoh adalah aplikasi iFart yang ada di iPhone, aplikasi ini sangat-sangatlah sederhana, aplikasi ini memberikan fitur untuk para pengguna iPhone agar dapat mengeluarkan suara “maaf” kentut dari handphone mereka. iFart kalau tidak salah dijual dengan harga 0.99$. Sejak awal dikeluarkan, iFart sudah menghasilkan $40.000 dalam 2 hari dan sekarang telah menjadi salah satu aplikasi top di iPhone. Angka yang cukup menakjubkan bukan? Padahal jika dilihat dari fungsinya, bisa dibilang sangatlah sederhana dan harganya pun hanya satu dollar (dalam kurs rupaih saat ini adalah Rp9700).

Apa yang menjadi kunci kesuksesan aplikasi iFart? Menurut saya pribadi adalah kreatifitas, iPhone App Store, dan micropayment. 1 dollar adalah harga yang kecil untuk banyak orang, sehingga orang lebih mudah untuk membelinya. Digabung dengan pengguna iPhone yang cukup besar dan fitur aplikasi yang menarik, 1 dollar tersebut jika ditotal akan menjadi sangat besar jika banyak yang membeli aplikasi tersebut.

Hal ini tentu pasti akan membuat para pengembang aplikasi mobile tertarik untuk ikut berbisnis di ladang micropayment ini. Sayangnya di Indonesia saat ini belum ada dukungan penuh untuk implementasi model bisnis micropayment di application market yang ada. Namun, tidak ada salahnya jika kita mencoba pasar global, dengan kreatifitas yang mumpuni tidaklah mungkin kita bisa menggaet pasar global.

Share
Published by
Firman Nugraha

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019