OpenAI Dapat Pendanaan Senilai USD 1 Miliar Dari Microsoft

OpenAI Dapat Pendanaan Senilai USD 1 Miliar Dari Microsoft

OpenAI Microsoft Header[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Platform nirlaba khusus kecerdasan buatan, OpenAI, baru saja mendapatkan pendanaan yang sangat besar dari Microsoft. Pendanaan senilai USD 1 Miliar tersebut rencananya secara khusus akan digunakan untuk mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI).

Berdasarkan keterangan yang berhasil kami himpun dari TheVerge, Microsoft akan menjadi penyedia layanan cloud computing eksklusif untuk laboratorium yang dibentuk oleh Elon Musk dan Sam Altman tersebut melalui pendanaan ini.

Dalam kesepakatan yang sama, kedua perusahaan teknologi tersebut juga akan bekerja sama untuk bersama-sama mengembangkan teknologi baru, yang pastinya akan berkaitan dengan kecerdasan buatan.

Selain itu, OpenAI juga akan melisensikan beberapa produknya kepada Microsoft untuk dikomersialkan melalui kesepakatan tersebut, meskipun produk yang dimaksud belum diumumkan hingga saat ini. Bisa jadi, produk yang dimaksud merupakan produk yang sekarang sudah ada maupun teknologi baru yang sementara masih dikembangkan.

OpenAI mulai membangun laboratorium penelitian nirlaba pada tahun 2015 lalu. Laboratorium khusus ini dimaksudkan untuk mencocokkan penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan dari berbagai macam perusahaan teknologi seperti Google dan Amazon.

Namun awal tahun 2019 ini, perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa mereka memerlukan lebih banyak dana untuk melanjutkan pekerjaan tersebut, sehingga mendirikan perusahaan baru yang bersifat profit untuk mencari investasi dari luar.

Untuk menarik lebih banyak penyumbang dana, Altman selaku CEO dari OpenAI yang baru tersebut menjanjikan, semua nilai dari masa depan alam semesta bisa ditangkap ketika perusahaannya dapat mengembangkan AGI.

Saat ini, banyak peneliti yang sudah dapat membuat sistem kecerdasan buatan super dalam domain tertentu, seperti memainkan permainan papan tertentu atau menganalisis pemindaian medis, tetapi sistem tersebut belum dapat mentransfer kompetensi itu dari satu tugas ke tugas lain.

Untuk itu, OpenAI mulai menggarap AGI, karena bisa menjadi jawaban dari tantangan tersebut. AGI memiliki sistem kecerdasan yang lebih fleksibel dan umum selayaknya kecerdasan yang dimiliki manusia.

Di sisi lain, sementara banyak orang yang meragukan OpenAI dalam menggarap AGI, CEO Microsoft, Satya Nadella membuat pernyataan bahwa kerja samanya dengan OpenAI akan tetap menjadi “pusat dan wajah keamanan AI” sehingga semua orang dapat memperoleh manfaatnya.

[Sumber: TheVerge]