Categories: Berita

Rekap Gamechanics Talk – Membuka Mata Developer Game dalam Memajukan Industri Game

Hari Selasa kemarin telah dilangsungkan acara Gamechanics Talk di Aula Barat ITB Bandung. Pembicara yang diundang di acara ini adalah meraka yang berpengalaman di bidang industri game dan berasal baik dari instansi pemerintahan maupun perusahaan.

Pada sesi talk show acara Gamemechanics Talk ini yang diwakili oleh ibu Lolly Amalia Abdullah dan Eko Nugroho, para pakar berbagi mengenai keuntungan dan kelemahan dari industri game di Indonesia saat ini. Dijelaskan bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat mendukung perkembangan industri game di Indonesia dengan arah kebijakan pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis seni dan budaya serta berbasis media, desain, dan IPTEK.

Ibu Lolly Amalia Abdullah yang mewakili Dirjen Kerjasama dan Fasilitas Kemenparekraf mengaskan bahwa game pun masih memiliki konotasi yang negatif sehingga perlu memasukan unsur yang positif seperti menambahkan pesan moral dan edukasi tapi dikemas dengan menarik sehingga penggunanya menjadi senang dan orangtuanya pun tidak melarang anak memainkan game. Game juga dapat digunakan sebagai solusi terhadap permasalahan yang cukup strategis tetapi dengan cara yang menyenangkan misalnya game di bidang kesehatan untuk membunuh kanker dengan menggunakan alat kesehatan yang tersedia.

Ibu Lolly Amalia juga menjelaskan bawa kita harus memikirkan eksosistem yang tepat untuk industri game di mana pengembang aplikasi, pengguna, perguruan tinggi, partner teknologi, media, toko aplikasi, operator telekomunikasi, venture capital, perusahaan dan pemerintah untuk bersama-sama membangun industri game di Indonesia yang dapat bersaing dengan negara lain.

Eko Nugroho yang juga merupakan salah satu pembicara di sesi talk show ini mengatakan bahwa pengembang game Indonesia sangat hebat karena hanya dalam beberapa tahun sudah bisa menciptakan game yang dapat bersaing dengan luar negeri. Ditambah lagi, penetrasi mobile maupun teknologi di Indonesia semakin meningkat dan peluang yang ditawarkan oleh toko aplikasi ke para pengembang game semakin besar. Namun, apabila game-nya masih kurang berkualitas hanya akan menjadi peluang pihak luar negeri untuk berjualan di Indonesia.

Game yang bagus itu biasanya mempunyai ciri khas serta karakter yang unik untuk selalu diingat dan dimainkan masyarakat seperti contohnya Angry Birds. Pengembang game harus dapat menghasilkan ide yang menarik dan memperbagus desain karakter maupun lingkungan di dalam game sehingga game-nya akan menjadi lebih baik. Mas Eko juga menambahkan bahwa peran media juga penting agar game buatan lokal semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Para pembicara di acara Gamechanics Talk

Setelah sesi talk show, acara dilanjutkan dengan sesi seminar dengan pembicara adalah Abang Edwin dan Indrawan Nugroho. Abang Edwin menjelaskan bahwa rata-rata 76 % orang di dunia menggunakan komputer desktop dalam bermain game jejaring sosial dan dilakukan pada saat lelah pulang dari kantor maupun jam istirahat. Ini membukti bahwa game yang di jejaring sosial memiliki peluang yang besar.

Game di jejaring sosial juga pemainnya terintegrasi untuk berhubungan dengan orang lain dan meningkatkan peluang berjualan bagi para pengembang aplikasi. Berjualan di game di jejaring sosial biasa dengan menjual tambahan perlengkapan game maupun membuka level baru untuk game. Selain itu, game pun perlu untuk selalu diurus agar selalu banyak yang menggunakan dan orang tidak bosan.

Menurut Indrawan Nugroho sebagai direktur dan trainer di Kubik Training, dalam acara pelatihan itu perlu menggunakan unsur – unsur game karena akan membuat suasana pelatihan menjadi menyenangkan sehingga akan membuat orang cepat mempelajari yang sedang diajarkan. Game itu juga harus bisa menyampaikan ilmu secara ringan dan tentunya mudah diterima oleh yang memainkan game.

Acara Gamechanics Talk ini berlangsung dengan menarik hingga akhir acara karena membahas dunia game dari berbagai sisi pengembang aplikasi maupun yang lainnya. Tentunya untuk mengembangkan industri game di tanah air memerlukan sebuah kerjasama yang penting dari pihak pengembang aplikasi, institusi, pengguna dan pemerintah agar saling mendukung dalam menuju kemajuan. Setelah industri game di Indonesia maju pastinya persaingan dengan pengembang game luar negeri pun menjadi lebih menyenangkan.

Share
Published by
Adhitya Wibawa Putra

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019