Categories: FeaturedPanduan

5 Tips Untuk Pengembang Aplikasi Dalam Meraup Banyak Unduhan di Nokia Store

Asha Developer Competition Indonesia saat ini menyerahkan pemenang kepada pasar (baca: jumlah unduhan). Oleh karena itu di tengah kesibukan saya,  saya sempatkan untuk menulis tentang tips-tips dalam meraup banyak unduhan di Nokia Store untuk para pengembang aplikasi.

Pertama: Nama Aplikasi

Pastikan nama aplikasi anda mudah dikenali dan bernama global. Beberapa pengembang aplikasi kadang sering mengkritik saya saat topik ini muncul di “khutbah” (seminar) yang saya bawakan.

“Mengapa tidak pakai nama berbau Indonesia? Di mana letak kebanggaan terhadap nama Indonesia?”

Pasar aplikasi itu tidak hanya di Indonesia. Saat anda telah bersusah payah membangun sebuah produk, tentu keinginan untuk mengadopsi pasar sebanyak mungkin adalah suatu hal yang wajar. Kita bisa meniru bangsa Jepang yang menggunakan nama yang lebih umum di aplikasi / game yang mereka buat tapi kemudian mereka memasukkan unsur budaya seperti samurai, ninja, dan sebagainya.

Untuk mencari nama aplikasi yang menarik, anda bisa juga menggunakan bantuan layanan search engine (seperti Google Trends) untuk mencari kata-kata apa yang paling populer saat ini di dunia. Game Sexy Witch adalah salah satu contoh penerapan nama yang menarik dan populer, game tersebut berhasil mendapatkan lebih dari satu juta unduhan di Nokia Store.

Kedua: Dukungan Negara

Aplikasinya harus mendukung sebanyak mungkin negara. Untuk di Nokia Asha, beberapa negara dengan pasar teratas adalah sebagai berikut:

  • Indonesia
  • Vietnam
  • Thailand
  • Rusia
  • India
  • Brasil

Pastikan aplikasi anda mendukung negara-negara tersebut. Ada beberapa negara seperti Cina yang membutuhkan aplikasi yang menggunakan bahasa dan tulisan kanji, bila Anda memiliki translator maka negara tersebut bisa didukung.

Ketiga: Dukungan Perangkat

Aplikasinya harus mendukung sebanyak mungkin perangkat. Untuk di Nokia Asha saat ini ada 3 resolusi layar utama yaitu:

  • 320 x 240 (qwerty)
  • 400 x 240 (full touch)
  • 240 x 320 (touch & type)

Bila anda sudah mendukung ketiga layar tersebut maka akan lebih mudah untuk mendapatkan banyak unduhan dari aplikasi yang dibuat untuk Nokia Asha apalagi jika aplikasinya menggunakan flexible design (dalam bahasa web disebut responsive design) . Game Trigger Knight adalah salah satu aplikasi yang sudah mengimplementasikan hal ini. Bila sudah mendukung 3 resolusi utama, maka aplikasi dapat dirilis ke sebanyak mungkin perangkat yang ada.

Namun, saat pertama kali masuk proses QA (quality assurance), saya rekomendasikan untuk mendukung satu/dua perangkat terlebih dahulu agar prosesnya lebih cepat. Saat sudah disetujui aplikasinya, maka baru aplikasinya bisa diperluas untuk perangkat yang lain.

Keempat – Sering Update

Aplikasi harus sering diperbaharui di Nokia Store! Setiap aplikasi yang telah lolos proses QA baik itu proses pertama, kedua, dan seterusnya akan selalu masuk ke jajaran “new apps”. Bila aplikasi yang sudah mendapatkan rating masuk ke “new apps”, maka jumlah unduhan yang dapat diraih akan semakin dahsyat.

Anda bisa memantau ulasan dari pengguna atau akan lebih baik bila ada mekanisme dari user untuk melaporkan bug via Facebook atau lainnya. Setelah bug/masukkan dari pengguna dikondisikan, maka jangan takut untuk melakukan pembaharuan aplikasi. Saat aplikasi anda masih dalam proses QA, maka versi lama masih akan tetap hadir di Nokia Store. Aplikasi versi terbaru akan hadir menggantikan versi lama setelah melewati proses QA.

Berikut adalah progress unduhan dari aplikasi yang selalu diperbaharui di Nokia Store. Balok yang meningkat adalah saat pembaharuan aplikasi dilakukan di Nokia Store.

Jadi, jangan khawatir untuk memperbaharui aplikasi. Beyond The Well dari Own Games mendapatkan lebih dari satu juta unduhan karena memanfaatkan teknik ini.

Kelima: Kualitas Aplikasi

Jumlah unduhan adalah respon dari pengguna ponsel Nokia atas karya yang anda buat. Jumlah unduhan ini jelas berbanding lurus dengan kualitas aplikasi. Biasanya 1 menit pertama bagi seorang pengguna untuk memutuskan akan mengunduh atau tidak suatu aplikasi ditentukan oleh:

  • Ikon: usahakan semenarik mungkin
  • Nama: harus familiar dan mudah disebut (maksimum dua kata)
  • Deskripsi: harus jelas & memancing orang untuk mengunduh

Bila pengguna telah mengunduh sebuah aplikasi, maka yang menentukan seorang pengguna akan melanjutkan penggunaan aplikasi atau tidak pada 3 menit pertama adalah:

  • Tampilan antarmuka aplikasi
  • User experience
  • Game play (bila genre aplikasi adalah game)

~

Demikian tips ini saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Tips ini tidak hanya berlaku untuk aplikasi di Nokia Store, tapi saya rasa cukup umum untuk diimplementasikan di toko aplikasi yang lain juga. Selamat berkarya dan ingatlah bahwa pada akhirnya “quality speak”.

Artikel ini merupakan guest post dari Narenda Wicaksono. Ia saat ini menjabat sebagai Developer Manager di Nokia. Pembaca dapat mem-follow akun Twitternya di @narenda
Share
Published by
TeknoJurnal

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019