Categories: Berita

GemuGemu Ajak Developer Lokal Kembangkan Game yang Sukses Di Toko Aplikasi

Kemarin secara resmi Duniaku.net bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) telah menyelenggarakan GDG Prime 2015 di Telkom University, Bandung. Dalam kesempatan ini dihadirkan juga banyak seminar mengenai game yang menarik dan salah satunya adalah seminar dari GemuGemu.

Untuk seminar dari GemuGemu ini dibawakan oleh Ihsan Wahab selaku Board of Director dari GemuGemu. Pada seminar ini Ihsan memaparkan mengenai GemuGemu dan berbagai tips untuk dapat mengembangkan game yang baik serta tepat waktu.

GemuGemu sendiri merupakan game publisher yang mengajak developer game untuk dapat sama-sama mengembangkan game yang memiliki sistem yang baik. Salah satu hal penting yang dilakukan oleh GemuGemu adalah mengeksplorasi IP (Intellectual Property) yang dimiliki developer game hingga menjadi sesuatu yang dikenal oleh orang banyak.

Nantinya tugas GemuGemu terhadap developer game adalah melakukan review mengenai game yang sedang atau akan dikembangkan oleh developer game dengan duduk bareng dalam memecahkan permasalahan agar game tersebut menjadi sesuatu yang matang, dapat diunduh banyak orang, dan dapat menghasilkan keuntungan dengan monetasi yang terbaik.

Selain itu, GemuGemu akan bertanggung jawab terhadap mengenai penerbitan game di toko aplikasi berbagai platform, aktivitas marketing agar game dapat diunduh oleh banyak orang, dan mengurus komunitas yang dibuat untuk pengguna serta penggemar dari game yang telah dikembangkan.

Selanjutnya, Ihsan menjelaskan beberapa tips yang harus direncanakan untuk membangun game yang baik dan tepat waktu. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan rencana kalkulasi sumber daya developer dan waktu yang diperlukan untuk membuat sebuah game.

Hal ini perlu dilakukan karena developer harus melakukan penjadwalan waktu terhadap pengembangan agar game dapat dirilis sesuai waktu. Selain itu, sumber daya developer baik programmer dan desainer harus dibagi sesuai kemampuannya agar tidak terjadinya keterlambatan dalam pengembangan.

Sebelum mengembangkan game sendiri, ada baiknya developer melihat tren pasar game saat itu karena dengan melihat tersebut diharapkan dapat mengembangkan game yang akan laris di pasaran ketika terbit di toko aplikasi nanti.

Pastikan produk game yang dibuat sesuai dengan keinginan dan cita-cita awal. Karena apabila sesuai cita-cita awal akan membuat tim developer dapat mengembangkan game secara menyenangkan yang akan berdampak terhadap fitur-fitur game yang menarik dan bagus.

Riset dan ketahui target demografi yang akan dituju oleh game ketika telah selesai dibuat. Misalnya developer dapat membuat game untuk 5 hingga 14 tahun, 15 tahun ke atas, atau semua umur yang disesuaikan dengan fitur yang cocok terhadap target umur tersebut agar pemainnya merasa nyaman dalam memainkan game yang telah dibuat tersebut. Selain itu, ketika mengetahui target umur juga akan dapat mendekati komunitas yang pas untuk pengembangan fitur-fitur game yang sedang dibuat.

Developer juga perlu merencanakan, memperhatikan, dan mengendalikan dana pengembangan game agar bisa sesuai hingga game berhasil dirilis di toko aplikasi. Jangan sampai dana untuk pengembangan menjadi tidak sesuai yang berakibat tidak dapat melanjutkan dan akan mengecewakan berbagai pihak yang telah memberikan dana.

Selalu percaya dengan yakin terhadap versi satu dari sebuah game yang dikembangkan. Karena dengan versi satu ini developer dapat melanjutkan ke versi-versi selanjutnya. Sehingga developer harus fokus terhadap pengembangan berbagai fitur-fitur game agar dapat menarik perhatian banyak pengunduh.

Dalam pengembangan game, developer harus memperhatikan waktu fase produksi yang dimulai dari versi alfa 1, alfa 2, soft launch, dan open beta.  Misalnya pada fase alfa 1, developer telah menentukan cara permainan, modus permainan, cerita, dan karakter.

Kemudian pada fase berikutnya, developer dapat menambahkan beberapa fitur menarik. Nantinya ketika memasuki fase open beta maka game harus sudah dapat dimainkan oleh pemain yang menjadi tester. Pemain-pemain ini akan memberikan masukkan penting agar game menjadi lebih baik lagi hingga saatnya menuju rilis yang sesungguhnya di toko aplikasi.

Nah, dalam hal ini GemuGemu mengajak developer untuk merencanakan tahap-tahap pengembangan game tersebut. Mulai dari sumber daya developer yang dibutuhkan, waktu pengembangan, besarnya modal yang dibutuhkan, marketing game, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, bagi pembaca maupun developer yang tertarik untuk bekerja sama dengan GemuGemu untuk mengembangkan game yang dapat sukses di pasaran maka dapat langsung mengirimkan email ke Ihsan Wahab atau menghubungi melalui Facebook.

*disclosure : TeknoJurnal merupakan salah satu media partner dari acara GDG Prime 2015

Share
Published by
Adhitya Wibawa Putra

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019