Categories: Berita

Rekap GDG Prime 2015 : Kemeriahan Pesta Developer Game Seluruh Indonesia

Kemarin secara resmi GDG Prime 2015 telah diselenggarakan di Telkom University, Bandung. Ini merupakan ajang yang ketujuh sejak awal digelar. Kali ini, GDG Prime 2015 merupakan kerjasama dari Duniaku.net dengan Asosiasi Game Indonesia.

Tak hanya itu, GDG Prime 2015 juga didukung oleh Komunitas Game Developer Indonesia (GameDevID), Dicoding, Tinker Games, Agate Studio, Agate Jogja, Mojiken Studio, dan Goetho. Tujuan awal diselenggarakan GDG ini untuk menghubungkan mahasiswa, developer game, investor, penerbit, dan media dalam sebuah wadah untuk saling berbagi mengenai pengalaman satu sama lain selama berada di industri game.

Dalam acara tersebut dihadirkan beragam acara menarik seperti seminar game dan showcase dari pengembang game lokal. Selain itu, lebih dari 500 peserta ikut menghadiri acara tersebut untuk melihat seminar game dan mencoba game-game seru buatan pengembang lokal.

Seminar game yang dihadirkan dalam acara ini menarik karena menghadirkan berbagai pembicara dari luar maupun dalam negeri yang telah berpengalaman di bidang industri game. Salah satu seminar yang menarik pada GDG Prime 2015 ini adalah GemuGemu.

Dalam GDG Prime 2015 ini GemuGemu mengadakan seminar yang memberikan tips kepada developer game agar dapat membuat game yang tepat waktu. Dalam hal ini GemuGemu menyarankan agar developer game memiliki rencana waktu yang baik, modal yang telah tersusun agar game dapat diselesaikan hingga rilis di toko aplikasi,  sumber daya tim yang cukup untuk mewujudkan game, dan masih banyak lagi.

Selain itu, GemuGemu juga mengajak developer game lokal untuk bersama-sama dalam mengembangkan game yang dapat sukses ketika nanti telah rilis di toko aplikasi. Untuk itu, developer game dapat langsung menghubugi GemuGemu agar bisa duduk bareng dalam merencanakan hal yang penting untuk mengembangkan sebuah game.

Dalam seminar juga hadir pembicara-pembicara dari luar negeri yang memaparkan beragam game yang telah sukses di pasaran dan juga memaparkan beberapa hal penting agar dapat sukses dan bertahan di industri game global.

Tak ketinggalan, terdapat sesi talkshow di panggung utama dengan berbagai topik yang diisi oleh berbagai developer game lokal yang membagikan kisah suksesnya ketika game yang dirilis diunduh oleh banyak orang dan berhasil menghasilkan keuntungan yang menarik.

Terakhir, dalam booth showcase menghadirkan beragam developer game lokal yang memamerkan game buatannya dengan menarik. Dalam booth showchase ini ditampilkan mulai game yang berjenis mobile hingga komputer.

Ketika berkeliling di booth showcase, saya melihat lebih banyak developer game lokal yang memamerkan game untuk komputer dibandingkan mobile. Salah satu game komputer menarik yang ditampilkan di booth showcase adalah Stellar Strive karya dari Gotta Games.

Game bergenre Beat ’em up Action RPG  ini memiliki grafis dan cara permainan yang menarik. Menurut salah satu developer dari Gotta Games, game Stellar Strive ini tidak akan hadir di perangkat mobile karena sangat menyayangkan apabila grafis yang sudah bagus ini harus dipangkas demi besarnya berkas ketika harus dibuat menjadi game berbasis mobile.

Lain dengan halnya, studio game asal Jawa Tengah, Educa Studio, yang memiliki game-game berbasis mobile yang fokus terhadap pendidikan anak-anak. Dalam booth Educa Studio dihadirkan berbagai macam pernak-pernik game dan karakternya yang fokus pada pendidikan tersebut. Game baru yang akan dirilis Educa Studio juga ditampilkan pada layar sentuh berukuran besar untuk menarik minat para pengunjung. Educa Studio memiliki misi untuk membuat game edukasinya dapat dinikmati juga untuk pasar global sehingga ada beberapa game Educa Studio yang telah menggunakan bahasa Inggris.

Selain menghadirkan developer game baru yang meramaikan dunia game di Indonesia, turut hadir juga developer-developer game lokal yang telah terkenal dan memiliki jumlah pengunduh banyak seperti Own Games, Mojiken Studio, Altermyth, Agate Studio, Creacle Studio, Toge Productions, Tinker Games, Touchten Games, Tebak Gambar, Anantarupa Studios, Alkemis, dan masih banyak lagi.

Bisa dibilang acara GDG Prime 2015 ini sukses diselenggarakan dan memberikan manfaat bagi peserta, pihak penyelenggara, publisher, penyedia jasa iklan, developer game, serta pelaku industri game untuk saling berinteraksi untuk berbagi dan menjalin relasi.

Nah, bagi pembaca maupun developer game yang belum sempat hadir dalam ajang GDG Prime 2015 ini maka dapat mengikuti acara GDG ini di tahun 2016 nanti.

Share
Published by
Adhitya Wibawa Putra

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019