Berita

Google Perbarui ARCore Supaya Mendukung Lebih Banyak Perangkat

Di gejolak popularitas Augmented Reality (AR) yang mulai menanjak, Google tetap berupaya untuk memastikan teknologi tersebut dapat dinikmati oleh banyak perangkat dengan menyegarkan software-nya, ARCore.

Sebagaimana kita tahu, berbeda dengan iOS yang bekerja secara khusus pada perangkat buatan Apple sendiri, Android buatan Google dirancang untuk bekerja pada lebih banyak perangkat, dengan berbagai macam dukungan hardware.

Oleh karena itu, perusahaan yang juga mengembangkan ponsel pintar bernama Pixel ini pun harus memastikan bahwa setiap teknologinya dapat bekerja di banyak perangkat, dari yang memiliki dukungan hardware rendah hingga tinggi.

Dalam hal ini, mereka tentu saja tidak bisa berharap banyak, termasuk harapan bahwa setiap perangkat yang beredar telah memiliki dukungan hardware khusus untuk menunjang pengambilan gambar 3D, seperti sensor kedalaman pada LG G8.

Untuk itu, ARCore, yakni sebuah platform buatan Google untuk menunjang pengembangan pengalaman Augmented Reality, pun mendapatkan pembaruan agar dapat mendukung tujuan tersebut.

Pada pembaruan terakhirnya di versi 1.7, platform buatan Google tersebut membawa beberapa elemen baru yang dapat membantu para pengembang dalam membangun aplikasi yang bisa mendeteksi permukaan, menempatkan sebuah objek virtual, dan memanipulasi objek tersebut seperti mengubah ukurannya.

Salah satunya adalah Augmented Face API, yakni antarmuka khusus yang dapat memetakan 468 titik membentuk jaringan 3D wajah pengguna hanya dari kamera depan saja. Yang mana, dengan API ini, aplikasi dapat benar-benar melacak penempatan segala sesuatu dengan lebih baik, serta dapat menghindari artefak aneh seperti yang sering dijumpai pada aplikasi Snapchat.

Selain itu, dikutip dari halaman 9to5google, platform Augmented Reality Google ini juga dikabarkan mendukung lebih banyak perangkat, karena penambahan seperti keluarga Moto G7 dan Vivo Nex Dual Display Edition.

Harapannya, dengan berbagai elemen baru tersebut, akan hadir lebih banyak aplikasi Augmented Reality yang sebelumnya dirilis di iPhone untuk para pengguna berbagai macam perangkat Android.

Upaya membawa lebih banyak dukungan ke lebih banyak perangkat ini bukan satu-satunya upaya Google. Sebelumnya pun, perusahaan tersebut telah mengumumkan Adiantum, yakni sebuah solusi enkripsi untuk perangkat berspesifikasi rendah.

 

[Sumber: Engadget]

Share
Published by
Sukindar

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019