Berita

Red Hat Tambahkan Beberapa Kemampuan Baru Pada Red Hat Integration

[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Red Hat mengumumkan platform Integration miliknya kini telah dilengkapi dengan komponen dan kemampuan baru untuk menghubungkan aplikasi, data dan perangkat melalui arsitektur cloud hibrida.

Bagi yang belum tahu, Red Hat Integration adalah seperangkat teknologi pengiriman dan perpaduan yang gesit dan fleksibel yang dirancang untuk memberikan kemudahan bisnis dalam membangun aplikasi berbasis cloud-native.

Platform ini menyediakan berbagai layanan, termasuk konektivitas API, transformasi data, komposisi layanan dan orkestrasi, sistem perpesanan real-time, streaming pesan lintas pusat data, serta manajemen API untuk menghubungkan aplikasi dalam arsitektur cloud hibrida dan mengaktifkan layanan bisnis berbasis API.

Dalam versi terbarunya, platform ini kini dilengkapi dengan berbagai kemampuan baru, seperti Red Hat AMQ Online, Red Hat AMQ Streams, konektor baru untuk Red Hat Fuse Online, dan dukungan siklus hidup Antarmuka Pemrograman Aplikasi (API).

Red Hat AMQ Online

Red Hat AMQ Online merupakan kemampuan baru yang dirancang untuk membantu para pengembang dengan kemampuan pengiriman pesan on-demand self-service melalui browser.

Dengan kemampuan tersebut, pengembang dapat menyediakan dan meningkatkan jumlah pesan pada aplikasinya kapan pun dan di mana pun saat mereka membutuhkannya.

Red Hat AMQ Streams

Red Hat AMQ Streams merupakan kemampuan streaming data berkinerja tinggi di Red Hat AMQ yang dirancang untuk menghadirkan streaming data yang lebih cepat ke lingkungan event-driven microservices.

Konektor Baru Red Hat Fuse Online

Red Hat juga menghadirkan beberapa konektor baru dengan sumber data bisnis yang lebih banyak, seperti Google Calendar, Slack, Apache Kafka, dan Fast Healthcare Interoperability Resource (FHIR).

Dengan adanya integrasi yang lebih banyak ke sumber data bisnis ini, Red Hat Fuse Online kini memungkinkan pengguna untuk lebih cepat mengintegrasikan sumber data bisnis ke dalam lingkungan aplikasi mereka.

Siklus Hidup API

Red Hat Integration kini juga mendukung siklus API end-to-end, yang dapat membantu untuk mengirimkan layanan solusi berbasis API, sehingga bisnis dapat mempercepat inovasi dan waktu penyebarannya.


Sebagai tambahan, Red Hat Integration sekarang juga memuat antarmuka baris perintah yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan alat orkestrasi / penyediaan seperti Red Hat Ansible Automation dalam mengonfigurasi implementasi Red Hat 3scale API Management mereka.

[Sumber: AppDeveloperMagazine]

Share
Published by
Sukindar

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019