Google luncurkan dua model baru untuk mempermudah pengembangan aplikasi di Tensor Processing Unit (TPU). Dua model tersebut adalah Mask R-CNN dan DeepLab v3+.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Linux On Dex mendarat di Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S10 Series. Dengan Linux On Dex, kini pengguna salah satu perangkat dari keluarga tersebut bisa melakukan pengembangan di mana pun.
Melanjutkan kemeriahan tahun lalu, Tech In Asia (TIA) berencana menggelar Product Development Conference 2019. Dalam acara ini, akan hadir lebih dari 50 pembicara yang dapat membantumu menumbuhkan dan meningkatkan produk.
Google luncurkan Android Studio 3.4 dengan beberapa perubahan minor. Beberapa perubahan tersebut di antaranya adalah emulator Android Q,, Resource Manager, Layout Editor Properties Panel, Import Intentions, dan Project Structure Dialog.
Samsung telah berhasil mengembangkan teknologi manufaktur 5 nm, berkat teknologi berbasis Extreme Ultraviolet (EUV). Teknologi ini menawarkan beberapa hal yang cukup menarik, dengan peningkatan mumpuni dari sebelumnya.
Guna memfasilitasi penelitian, ddemonstrasi, dan pengembangan Wi-Fi RTT, Google luncurkan WifiRttScan App di Google Play Store. Dengan aplikasi ini, pengembang bisa mengetahui jarak dari daftar access point, juga bujur, lintang, dan ketinggian.
Untuk membangun sistem pengawasan terpadu untuk smart building, Infomedia gandeng Nodeflux. Dengan layanan Vision AI Nodeflux, Infomedia hadirkan kecerdasan buatan ke dalam sistem keamanannya.
Melihat peningkatan kebutuhan terhadap layanan di lingkungan cloud hibrida, Google luncurkan Apigee Hybrid. Dengan layanan ini, perusahan atau bisnis dapat lebih fleksibel dalam mengadopsi strategi multi-cloud.
Google hentikan beberapa plugin yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi instan. Oleh sebab itu, pengembang harus segera melakukan migrasi ke paradigma pengembangan yang baru supaya tidak terpengaruh.