Categories: Ulasan

Appcelerator – Tool Populer Untuk Kembangkan Aplikasi Mobile Native yang Multiplatform

Appcelerator merupakan salah satu tool populer yang digunakan oleh developer untuk mengembangkan aplikasi mobile secara multiplatform. Dalam pengembangan aplikasi mobile menggunakan platform ini developer cukup menggunakan bahasa pemrograman JavaScript yang selanjutnya dapat diterbitkan di berbagai platform.

Appcelerator sendiri terdiri dari Appcelerator Studio,  Appcelerator CLI,  dan Appcelerator Arrow.  Untuk mengembangkan aplikasi mobile yang dapat diterbitkan di berbagai platform menggunakan platform maka pembaca dapat mengunduh dan menginstal terlebih dahulu Appcelerator Studio di komputer bersistem operasi Windows 32-bit, Mac OS X 64-bit, Linux 32-bit dan 64-bit.

Ketika developer menginstal Appcelerator Studio maka akan diberikan kebutuhan lainnya untuk diunduh agar dapat mengembangkan aplikasi mobile dengan maksimal seperti Node.JS, GIT, hingga JDK Windows 1.7 Update 80.

Setelah Appcelerator Studio telah terinstal dengan penuh maka developer dapat terlebih dahulu login dengan menggunakan akun Appcelerator yang telah dibuat di situs resmi Appcelerator. Tampilan antarmuka dari IDE Appcelerator Studio ini mirip dengan Eclipse. Dalam Appcelerator Studio ini akan terpasang berbagai SDK yang telah mendukung lebih dari 5000 perangkat mobile. Salah satu SDK yang cukup penting dalam Appcelerator adalah Titanium Mobile SDK.

Nantinya dengan Appcelerator Studio ini developer dapat mengembangkan aplikasi dengan menggunakan JavaScript, melakukan tes aplikasi pada emulator yang tersedia, memaketkan aplikasi, dan membuat mentahan aplikasi yang siap untuk diterbitkan di berbagai platform seperti iOS, Android, Windows, Blackberry, dan Mobile Web.

Menariknya, dalam Appcelerator Studio ini developer dapat memanggil banyak emulator dari berbagai perangkat mobile sekaligus mulai dari emulator Android, Blackberry, iPhone, Windows, bahkan Mobile Web. Selain itu, Appcelerator mengatakan bahwa jenis aplikasi yang dihasilkan secara multiplatform ini bukanlah hybrid melainkan native pada platform yang ditargetkan.

Develop­er juga dapat mencoba mengunjungi halaman resmi marketplace dari Appcelerator ini untuk dapat menghubungkan aplikasi yang dibuat dengan beberapa database atau penyedia layanan awan seperti Microsoft Azure, Composite JS, MongoDB, Connector, Redis, Salesforce, Box, dan masih banyak lagi.

Selain Appcelerator Studio, terdapat juga Appcelerator CLI yang merupakan seperangkat tools buatan Appcelerator berbasis command line dengan berbagai kemampuan seperti membuat proyek aplikasi yang berbasis mobile dan awan, menjalankan aplikasi mobile pada simulator atau perangkat yang tersedia, dan menjalankan aplikasi server secara lokal untuk pengujian atau pengembang aplikasi berbasis awan.

Tak ketinggalan, dukungan dari Appcelerator Arrow membuat developer dapat mengembangkan dan menggunakan API pada aplikasi mobile yang dikembangkannya. Dalam Appcelerator Arrow terdapat empat bagian utama yang terdiri dari Arrow Builder, Arrow Web, Arrow DB, dan Arrow Cloud.

Dalam Appcelerator terdapat juga fitur dan fasilitas untuk melakukan analisis terhadap aplikasi yang telah terbit di toko aplikasi berbagai platform. Beberapa analisis yang dapat dilakukan oleh Appcelerator ini di antaranya melihat performa maupun kerusakan aplikasi, membantu analisis pengembangan bisnis dari aplikasi yang dibuat, dan analisis waktu pembaruan yang tepat pada aplikasi yang telah terbit. Dengan analisis ini memberikan kemudahan pada pengguna Appcelerator agar menciptakan aplikasi yang sesuai pasar.

Bagi pembaca maupun developer yang tertarik mengembangkan aplikasi dengan tool ini dapat langsung mengunduh dan mendaftarkan dirinya di situs resmi Appcelerator.

Share
Published by
Adhitya Wibawa Putra

Recent Posts

Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager

Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!

January 7, 2020

Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform

Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!

January 6, 2020

Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020

Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral. Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan…

January 3, 2020

Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara

Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut…

January 3, 2020

Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil

Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan.…

December 31, 2019

Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020

Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan…

December 30, 2019