Rekap DepokMobi Januari 2015 – Memasarkan Aplikasi Secara Digital

Rekap DepokMobi Januari 2015 – Memasarkan Aplikasi Secara Digital

depok mobi

Pada tanggal 22 Januari 2015 komunitas DepokMobi menggelar meetup perdananya di tahun ini. Dalam meetup kali ini DepokMobi membahas tema yang sedikit berbeda dari kebanyakan meetup sebelumnya.

Bertempat di BebekU Margonda, meetup yang dihadiri oleh 34 peserta iniĀ cukup berwarna karena akan ada sesi sharing dengan tema ā€œMemasarkan Aplikasi Secara Digitalā€ dari salah satu pelaku internet marketing asal Depok.

Setelah para peserta disambut dengan makan-makan gratis yang didukung oleh Baidu Indonesia, acara dibuka dengan sedikit menceritakan awal mula berdirinya komunitas DepokMobi dengan harapan bahwa meetup pertama di tahun 2015 ini bisa menjadi momentum kembalinya semangat komunitas ini.

Dalam pembukaan tersebut disampaikan juga bahwa DepokMobi akan melakukan penyegaran dari sisi materi yang akan diangkat pada tiap meetup. Setelah itu, Edo Suryo Pamungkas selaku Product Manager Baidu Indonesia memberikan informasi terbaru tentang Mobo Market.

IMG_20150122_203149

Febrian Shandy Rifano sedang berbagi ilmunya seputar dunia internet marketing

Untuk sesi presentasi produk kali ini DepokMobi menghadirkan Pushla dan Dicoding. Pushla adalah sebuah aplikasi yang bertujuan agar pengguna ponselĀ bisa berdonasi langsung menggunakan pulsa. Sebagai tambahan informasi, Pushla pernah memenangkan Hackathon Startup Asia 2014 kategori Intel Challenge. Untuk saat ini, produk yang dikembangkan oleh Rafi Putra Arriyan dan Luqman Sungkar ini sedang fokus di tahap pengembangan tampilan antarmuka agar lebih menarik bagi penggunanya.

Pada sesi presentasi selanjutnya, Narenda Wicaksono dari Dicoding menjelaskan tentang sebuah program yang dirancang untuk membantu pengembang aplikasi mobile Indonesia dalam merealisasikan sebuah ide menjadi sebuah produk yang sukses. Nantinya setiap peserta yang ikut program ini bisa menyelesaikan tantangan agar mendapatkan poin hadiah untuk bisa ditukar dengan hadiah menarik mulai dari pulsa, ponsel pintar, hingga Macbook Air.

Di sesi sharing, ada Febrian Shandy Rifano yang berbagi pengalamannya tentang internet marketing yang dibagi menjadi SEO (Search Engine Optimization) dan Social Media Optimization. Untuk bisa menggunakan strategi internet marketing ini sebaiknya pengembang aplikasi melakukan riset mengenai calon pengguna dan kata kunci yang akan digunakan.

Shandy juga memaparkan studi kasus dari aplikasi yang berupa RSS Feed blog. Dari 1 aplikasi bisa didapatkan US$2 per hari, namun karena mereka membuat 10 hingga 20 aplikasi serupa, pendapatan sang pembuat aplikasi bisa mencapai US$200 hingga US$300 per bulan. Menurut Shandy, apabila trik pemasaran seperti ini digunakan pada aplikasi yang kualitasnya bagus maka hasilnya bisa lebih baik dengan pendapatan yang lebih banyak.

Pada sesi sharing yang terakhir, Bukhori Muhammad Aqid dari Flipbox Studio dan Paperplane menceritakan tentang kegagalan dalam menjalankan bisnis startup pembuatan aplikasi yang pernah dilewatinya.

Hal ini dipaparkan agar para peserta tidak mengulang kegagalan yang pernah dialami olehnya. Aqid berpesan untuk selalu fokus pada tujuan, jangan pernah menyepelekan produk yang dibuat serta pengguna yang menggunakannya, dan hal yang terpenting adalah selalu evaluasi setiap keberhasilan maupun kegagalan.

depokmobi all

*Disclosure: saya adalah salah satu pengurus Depok Mobi