Positive Technologies meluncurkan laporan yang mengungkapkan aplikasi iOS dan Android rentan diserang peretas. Menariknya, dalam laporan itu, mereka pun merekomendasikan beberapa hal supaya pengembang bisa membangun aplikasi yang lebih aman.
Untuk mengimbangi kemampuan perangkat-perangkat baru, Google akan membawa wide color photos ke Android. Dengan dukungan ini, aplikasi dapat menampilkan foto yang lebih tampak nyata.
Untuk memastikan ekosistem Android lebih aman dan up-to-date, Google luncurkan Project Mainline. Dengan pendekatan baru ini, Google dapat lebih cepat menyebarkan pembaruan ke berbagai macam perangkat, termasuk pembaruan keamanan.
Google luncurkan Android Studio 3.4 dengan beberapa perubahan minor. Beberapa perubahan tersebut di antaranya adalah emulator Android Q,, Resource Manager, Layout Editor Properties Panel, Import Intentions, dan Project Structure Dialog.
Google meluncurkan pembaruan untuk pengembangan aplikasi menggunakan App Bundle. Sekarang, pengembang dapat lebih mudah menyebarkan aplikasinya ke para pengguna.
Google akhirnya telah merilis Android Q Beta 1 untuk perangkat-perangkat buatannya, yakni Pixel. Dalam sistem terbaru ini, Google memberikan beberapa perubahan yang cukup menarik.
Jika dibandingkan Android P Beta, Android Q Beta akan hadir ke lebih banyak perangkat selain Google Pixel. Hal ini berkat adanya proyek Google yang bernama Project Treble.
Setelah meningkatkan persyaratan untuk menggunakan API Level 26 (Android 8 Oreo) beberapa waktu lalu, kini Google meningkatkan lagi persyaratannya ke API yang lebih baru. Mulai beberapa bulan mendatang, setiap aplikasi baru harus mendukung Android 9 Pie.
Setelah banyak yang kecewa karena Android Pie tidak memuat dark mode secara menyeluruh, kini Google tampaknya akan membawa fitur ini ke dalam Android Q.
Di acara Android Developer Sumit, Google mengenalkan berbagai pembaruan untuk pengembangan Android, termasuk versi tebaru Kotlin, Jetpack, Android Studio, dan lain sebagainya.