Category: Opini

Samsung Tanpa Android

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa apalah jadinya bisnis ponsel Samsung tanpa Android. Tak salah memang, karena bisnis ponsel Samsung banyak terbantu dengan mengadopsi Android.

Kerja Teratur ala Perusahaan Konvensional Itu Tidak Selalu Buruk Bagi Perusahaan “Startup”

Mungkin judul artikel ini agak bertolak belakang dengan apa yang sering didengung-dengungkan di kalangan usaha muda terutama di bidang teknologi informasi di Indonesia. Awalnya saya dan teman saya Putra sesama pendiri TeknoJurnal menerapkan sistem kerja fleksibel total tanpa ada deadline yang jelas dan tempat kerja fisik namun setelah perusahaan berjalan beberapa tahun ternyata model seperti ini tidak cocok untuk TeknoJurnal.

Apakah Aplikasi Android yang Ada Saat Ini Dapat Dijalankan di Ponsel Android Berbasis Intel?

Awal minggu ini, saya berkesempatan untuk mencoba ponsel Acer Liquid C1 yang menggunakan prosesor Intel secara lebih mendalam. Salah satu topik hangat yang diperbincangkan ketika Intel mengeluarkan prosesor untuk ponsel Android dengan arsitektur yang berbeda dengan prosesor-prosesor yang ada sebelumnya adalah apakah aplikasi Android yang ada saat ini dapat dijalankan di ponsel Android berbasis Intel atau tidak.

Apakah Google Play Versi Terbaru Lebih Menguntungkan Bagi Pengembang Aplikasi Lokal?

Pagi ini, saya melihat ada sesuatu yang berbeda dengan Google Play di ponsel berbasis Android saya. Google Play kini telah berubah tampilannya dan sepertinya meninggalkan kesan “holo” yang ada di versi sebelumnya. Namun dari kesemua perubahan yang ada di Google Play, yang paling menarik menurut saya adalah bagaimana Google menampilkan aplikasi-aplikasi yang ada di Google Play.

Harga Sebuah Software

Saya sering bertemu dengan orang awam atau orang yang bukan dari bidang TI yang bertanya kepada saya “Berapa sih harga kalo bikin game?” atau “Berapa sih harga kalo bikin software?”. Sulit rasanya untuk bisa mengeluarkan sebuah harga secara langsung karena harga software itu akan sangat bergantung dengan apa saja yang ada di dalam software tersebut. Itu sama saja dengan pertanyaan berapa sih harga nasi goreng? Tergantung, jika beli di pinggir jalan mungkin 5.000 rupiah tapi kalo yang masak Gordon Ramsay mungkin bisa jutaan rupiah.

Ketika Pengembang Aplikasi Harus “Move On”…

Hari Jumat minggu lalu, saya mengikuti acara Bancakan 2.0 di Jogjakarta yang bertema “Mobile Opportunities in Indonesia”. Salah satu pembicaranya, Deddy Avianto, mengangkat sebuah topik yang menarik yaitu “Optimalisasi Kongsi” dan salah satu slide presentasinya sangat menarik perhatian saya. Di slide presentasi tersebut pak Deddy menjabarkan tentang poin-poin di mana pengembang aplikasi harus “move on”.

Kenapa “Porting” Aplikasi Android Sangat Populer di Sistem-Sistem Operasi Mobile Baru?

Sebelumnya, saya pernah menulis tentang hal-hal yang perlu diketahui bagi para pengembang aplikasi tentang sistem-sistem operasi baru yang muncul saat ini. Ketiga sistem operasi yang ada di artikel tersebut ketiga-tiganya mendukung porting aplikasi Android ke dalam platform mereka. Selain itu juga RIM juga cukup agresif menggaet pengembang aplikasi Android untuk mem-porting aplikasi Android mereka ke platform BlackBerry 10.

Yang Perlu Diketahui bagi Developer Tentang Tizen, Sailfish, Ubuntu Phone, dan Firefox OS

Di tahun 2013 ini mungkin orang-orang terutama pengembang aplikasi dibuat bingung dengan banyak sistem operasi baru mobile yang bermunculan mulai dari Tizen, Sailfish, Ubuntu Phone, dan Firefox OS. Mungkin agak kesulitan untuk mencari informasi penting bagi para pengembang aplikasi untuk menentukan strategi apakah akan ikut terjun membuat aplikasi di OS-OS baru tersebut atau tidak.